Arus Modal Asing Keluar, Rupee Jadi Mata Uang Terburuk di Asia

2026-01-12 22:34:21
Arus Modal Asing Keluar, Rupee Jadi Mata Uang Terburuk di Asia
NEW YORK, - Tekanan terhadap nilai tukar rupee India kian meningkat sepanjang tahun ini.Minimnya kemajuan dalam perundingan kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan India, ditambah arus keluar dana asing yang berkelanjutan, membuat rupee tercatat sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia.Dikutip dari CNBC, Selasa , mata uang ekonomi terbesar kelima dunia tersebut diperkirakan mengalami pelemahan hingga level 92 rupee per dollar AS pada akhir Maret 2026.Baca juga: Microsoft Bakal Investasi Rp 292 Triliun untuk Infrastruktur AI IndiaSHUTTERSTOCK/DENNIS.VOSTRIKOV Ilustrasi mata uang rupee India. Proyeksi ini disampaikan oleh Nomura dan S&P Global Market Intelligence, dengan catatan bahwa peluang penguatan rupee sangat bergantung pada tercapainya kesepakatan perdagangan dengan AS.Hingga perdagangan terakhir, rupee berada di kisaran 89,6 per dolar AS.“Kami percaya rupee saat ini undervalued, dengan koreksi yang diantisipasi setelah ada kejelasan lebih lanjut tentang perjanjian perdagangan AS-India,” ujar Hanna Luchnikava-Schorsch, kepala ekonomi Asia-Pasifik S&P Global Market Intelligence.Unit riset S&P Global memperkirakan kesepakatan perdagangan tersebut berpotensi tercapai dalam enam bulan ke depan.Baca juga: Putin Siap Pasok BBM Tanpa Henti ke India di Tengah Tekanan ASNamun demikian, proses negosiasi perdagangan yang berjalan lambat membuat tekanan terhadap mata uang India belum mereda.India saat ini termasuk negara yang dikenakan tarif perdagangan tertinggi di dunia oleh AS, yakni mencapai 50 persen. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan tarif yang dikenakan terhadap China.Tingginya tarif tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memperpanjang perundingan antara New Delhi dan Washington.


(prf/ega)