Gunung Semeru Erupsi Lagi, Jalan di Lumajang Ambles Akibat Banjir Lahar

2026-01-17 03:58:54
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Jalan di Lumajang Ambles Akibat Banjir Lahar
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi hingga mengeluarkan lava pijar. Sementara itu, banjir layar menerjang wilayah Candipuro, Kabupaten LumajangDilansir detikJatim, erupsi terjadi pada Senin dini hari. Lava pijar meluncur sejauh 2 kilometer dari puncak kawah ke arah tenggara, tepatnya menuju kawasan Besuk Kobokan."Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 2.000 meter mengarah ke Besuk Kobokan," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dilansir detikJatim, Senin .Petugas merekomendasikan agar warga tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak Gunung Semeru.Adapun banjir lahar telah mengalir lewat aliran Sungai Leprak, sehingga mengakibatkan jalan di tepi sungai Desa Jugosari ambles sepanjang enam meter dan tak bisa dilalui kendaraan.Material batu dan lumpur deras menghantam badan jalan hingga menggerus sebagian besar konstruksinya. Akibatnya, aktivitas warga pun lumpuh."Jalan yang ambrol sekitar 6 meter karena diterjang banjir lahar yang mengarah ke jalan ini. Putusnya jalan ya membuat aktivitas terganggu," ujar salah satu warga, Widarto, kepada detikJatim, Senin .Baca berita selengkapnya di sini.Lihat juga Video Jalan di Lumajang Ambles Diterjang Banjir Lahar Gunung Semeru[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-17 03:29