Duduk Perkara Petani di Madiun Diadili Usai Rawat Landak Jawa, Kini Minta Tolong ke Prabowo

2026-01-12 15:50:57
Duduk Perkara Petani di Madiun Diadili Usai Rawat Landak Jawa, Kini Minta Tolong ke Prabowo
- Nasib pahit dialami Darwanto, seorang petani asal Dusun Gemuruh, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.Ia harus berurusan dengan hukum setelah diketahui memelihara landak jawa yang termasuk dalam kategori satwa dilindungi.Darwanto telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Madiun pada Selasa .Saat itu, ia memohon bantuan Bupati Madiun Hari Wuryanto hingga Presiden Prabowo Subianto karena dirinya hanyalah petani kecil yang tinggal di pinggir hutan.“Kami ini hanyalah petani kecil. Kami tinggal di pinggir hutan dan tidak tahu aturan,” ujar Darwanto dikutip dari Kompas.com, Rabu .“Saya mohon Pak Bupati, Pak Presiden Prabowo tolong nasib kami sebagai petani kecil diperhatikan,” tambahnya.Baca juga: Petani Madiun Minta Tolong Prabowo Usai Disidang karena Selamatkan dan Pelihara Landak JawaKasus yang menjerat Darwanto bermula saat dua ekor landak jawa terperangkap jaring.Jaring tersebut dipasang oleh Darwanto untuk melindungi tanaman pertaniannya dari gangguan hama.Saat itu, ia sama sekali tidak menyadari bahwa memelihara landak jawa dapat berujung pada persoalan hukum.Menurut Darwanto, tujuan awal memelihara landak jawa semata-mata untuk menjaga tanaman agar tidak rusak.“Niat saya sebenarnya hanya untuk mengamankan tanaman dari hama. Tetapi saya tidak tahu kalau landak jawa itu hewan dilindungi,” ujar Darwanto.“Kalau memelihara landak jawa itu ternyata melanggar hukum," tambahnya.Baca juga: Ditahan Usai Selamatkan Landak Jawa, Petani Madiun: Saya Memelihara karena KasihanSeiring waktu, landak yang dipelihara Darwanto sejak 2021 berkembang biak hingga jumlahnya bertambah menjadi enam ekor.Darwanto juga tidak pernah berniat menjual atau mengambil keuntungan dari keberadaan landak jawa yang termasuk satwa dilindungi.Ia menegaskan bahwa keputusan memelihara landak jawa hanya dilandasi rasa kasihan.


(prf/ega)