Nonton Gratis PSG vs Bayern Muenchen di Liga Champions Malam Ini di TV Mana?

2026-01-12 16:43:10
Nonton Gratis PSG vs Bayern Muenchen di Liga Champions Malam Ini di TV Mana?
- Malam ini akan ada big match antara PSG vs Bayern Muenchen yang tersaji dalam lanjutan Liga Champions 2025/2026 Matchday 4.Tayang pada Rabu pukul 03.00 WIB, laga PSG vs Bayern Muenchen bakal disiarkan langsung dari markas Les Parisiens di Parc des Princes.Menjadi pertanyaan, akankah laga ini ditayangkan secara langsung di TV swasta secara gratis selain bisa diakses melalui layanan streaming berbayar.Baca juga: Link Live Streaming Liverpool Vs Real Madrid di Liga ChampionsBig match antara Real Madrid yang menjamu Juventus di fase grup Liga Champions 2025/2026 malam ini disiarkan langsung melalui stasiun TV nasional.Stasiun TV swasta SCTV, selaku pemegang hak siar resmi Liga Champions di Indonesia akan menayangkan laga ini secara langsung dan bisa disaksikan secara gratis.Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming Liga Champions 5-6 November 2025, Live di SCTV dan VidioSelain itu, penggemar bisa menyaksikan pertandingan PSG vs Bayern Muenchen melalui layanan streaming resmi berbayar Vidio.com. Berikut pilihan tautan resmi untuk menonton:Link live streaming 1: KLIK DI SINI Link live streaming 2: KLIK DI SINI Link live streaming 3: KLIK DI SINI PSG (4-3-3): Chevalier (GK); Hakimi, Kamara, Pacho, Mendes; Zaire-Emery, Vitinha, Doue; Dembele, Kvaratskhelia, BarcolaBayern(4-2-3-1): Neuer (GK); Laimer, Tah, Kim, Guerreiro; Kimmich, Goretzka; Karl, Kane, Gnabry; Jackson5 Pertemuan Terakhir Kedua TimBayern memiliki pertahanan terbaik di Liga Champions musim ini karena unggul dalam pertandingan ini dengan sembilan kemenangan, sementara PSG hanya menang tujuh kali.Namun, mayoritas bursa prediksi skor hampir sepakat kedua tim berpeluang sama untuk memenangkan laga ini. Berikut prediksinya:Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Prediksi Skor PSG vs Bayern Munchen: Rekor 100 Persen Kemenangan Die Roten Rawan Terhenti”.Respons Sejumlah Pihak Terkait Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Jakarta - Usulan agar Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional kembali mencuat dan memunculkan beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh menilai wacana tersebut perlu dikaji secara mendalam, mengingat sosok Soeharto meninggalkan jejak sejarah yang kompleks.Sejarawan Bonnie Triyana mengingatkan sejumlah fakta sejarah dalam menyikapi wacana pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto."Kebebasan berekspresi. Kalian sekarang mau ngomong apa saja di media sosial, diperbolehkan. Dulu, kalau kritik, dianggap mengganggu, dan ketafsiran penguasa, dia bisa ditangkap, bahkan hilang. Itu fakta sejarah," katanya dalam diskusi "Mencari Pahlawan Sejati" di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Banten, Rabu .Advertisement"Pahlawan sejati bukanlah dia yang membawa dampak kesengsaraan begitu banyak. Bukanlah dia yang pernah membungkam suara-suara kritis. Bukanlah dia yang merepresi kebebasan berekspresi dan bukanlah dia yang banyak melakukan pelanggaran serta kekerasan terhadap rakyat Indonesia sendiri," kata Bonnie.Di kesempatan terpisah, penyintas tragedi Tanjung Priok 1984, Amanatun Najariyah menolak wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto."Saya tidak rela kalau Soeharto itu dijadikan pahlawan, karena saya sendiri sampai sekarang tidak mendapatkan pengadilan yang hak untuk diri saya," ucapnya.Amanatun adalah saksi sekaligus korban kekerasan aparat militer dalam peristiwa berdarah di Tanjung Priok. Saat itu, dirinya ditangkap hanya karena membela kakaknya yang ditahan tanpa adanya surat perintah."Kemudian dijebloskan di kantor polisi, diinterogasi sampai pagi. Saya melihat penyiksaan kepada kakak saya dan teman-teman yang ada," katanya.Ia menilai bahwa memberi gelar pahlawan kepada Soeharto sama saja dengan menutup mata atas penderitaan korban dan keluarga mereka. Baginya, pengakuan terhadap Soeharto sebagai pahlawan akan melukai hati para korban yang belum mendapatkan keadilan.Sementara, Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid merumuskan kriteria mendasar seorang pahlawan."Pertama-tama bagi saya adalah orang yang hidup untuk orang lain. Jadi, pahlawan itu orang yang punya sifat-sifat altruisme," ujarnya.Ia menekankan bahwa keberanian seorang pahlawan mencakup aspek intelektual dan moral, bukan hanya fisik. Usman juga menekankan pentingnya konsistensi nilai hingga akhir hayat."Jadi kalau dia meninggal dunia dalam keadaan melakukan kejahatan atau dengan status tersangka, sulit untuk diletakkan sebagai pahlawan," paparnya.Mengomentari usulan gelar untuk Soeharto, Usman memberikan perspektif lain. "Ketika para pemuda Banten terlibat di dalam revolusi tahun 40-an, Soeharto dimana? Soeharto menjadi anggota tentara KNIL, tentara kolonial," ujarnya.Ia membandingkan dengan sosok seperti Gus Dur yang berani mencopot pejabat terlibat pelanggaran HAM dan Marsinah yang membela kaum buruh hingga akhir hayat."Soeharto meninggal dunia ketika ia setengah diadili oleh pengadilan karena kasus korupsi. Bagaimana bisa Soeharto disandingkan dengan Gus Dur, Soeharto disandingkan dengan Marsinah," pungkas Usman. 


(prf/ega)