Momen Prabowo dan Sultan HB X Semobil ke Peresmian Jembatan Kabanaran

2026-02-02 22:04:59
Momen Prabowo dan Sultan HB X Semobil ke Peresmian Jembatan Kabanaran
Momen akrab Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X terlihat selama acara peresmian jembatan Kabanaran di Bantul. Keakraban itu mulai terlihat saat Sultan HB X menjemput Prabowo, kemudian semobil menuju lokasi peresmian.Dilihat detikcom, Rabu , peresmian jembatan Kabanaran digelar setelah Prabowo meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (KEI) di Solo, Jawa Tengah. Setelah dari RS KEI, Prabowo menggunakan helikopter dari Solo menuju Bantul.Setibanya di Lapangan Udara Pantai Depok, Bantul, Prabowo disambut Sultan HB X. Prabowo memberi salam hormat kepada Sultan HB X. Keduanya kemudian bersalaman dengan hangat.Prabowo lalu mengajak Sultan HB X masuk ke mobil Maung yang akan membawa mereka ke jembatan Kabanaran. Sesampai di lokasi peresmian, Prabowo keluar dari kendaraan Maung melalui sisi kanan, sementara Sri Sultan melalui sisi kiri.Pada saat sambutan acara, Prabowo juga sempat menyapa Sultan HB X. Prabowo pangling melihat Sultan HB X, yang menurutnya tampak terlihat muda."Saya kira itu sekali lagi selamat ke semua pihak. Terima kasih. Sri Sultan, saya juga tadi panggil Sri Sultan juga tambah muda kelihatannya," kata Prabowo. Prabowo lalu mengira Sri Sultan Hamengkubuwono X seorang kapten dari pasukan khusus. Setelah itu, Prabowo mengakhiri sambutannya."Saya kira tadi kapten dari pasukan khusus. Baik, saya kira demikian. Jangan lama-lama Prabowo dikasih podium," ucapnya.Selain meresmikan jembatan Kabanaran, Prabowo secara hybrid juga meresmikan infrastruktur lain di beberapa wilayah, yakni jembatan Sungai Sambas Besar, Kalimantan Barat; flyover Canguk, Jawa Tengah; underpass Gatot Subroto, Sumatera Utara; dan underpass Joglo, Jawa Tengah.Prabowo menjelaskan jembatan Kabanaran menghubungkan wilayah selatan DIY, yakni Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul. Jembatan ini memiliki nilai historis kuat bagi masyarakat sekitar karena pernah menjadi markas perjuangan Pangeran Mangkubumi, yakni Sultan HB I.Prabowo berharap kehadiran jembatan tersebut dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi rakyat. "Diharapkan mempermudah konektivitas, mempermudah akses juga. Mungkin nanti akan ada hotel-hotel yang bagus. Fasilitas-fasilitas memang harus kita dorong untuk mendukung pariwisata," ujar Prabowo.Simak juga Video: Jokowi Sebut Bahas Geopolitik-Ekonomi Global saat Bertemu Sultan HB X[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-02 20:57