Detik-detik Mobil 2 Kali Tertemper Kereta di Jakbar hingga Tercebur Kali

2026-01-13 23:15:43
Detik-detik Mobil 2 Kali Tertemper Kereta di Jakbar hingga Tercebur Kali
Mobil jenis SUV tertabrak kereta hingga tercebur ke kali di Jakarta Barat (Jakbar). Mobil tersebut sempat 2 kali tertemper KRL sebelum jatuh ke kali.Peristiwa itu terjadi pada Rabu (26/11/2025) malam. Mobil jip tersebut tertemper kereta saat melaju di perlintasan kereta di kawasan Jalan Raya Klingkit, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakbar."Terjadi kecelakaan lalu-lintas sekitar pukul 19.30 WIB di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Klingkit Jembatan Gantung Cengkareng," demikian keterangan di akun X TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, Kamis (27/11).Dalam video dan foto yang diunggah, tampak mobil jeep berwarna putih itu ada di dasar kali. Petugas kepolisian sudah ada di lokasi untuk memantau kondisi setelah terjadinya kecelakaan.Mobil tersebut tertemper kereta dua kali dalam waktu berdekatan. Seusai tabrakan kedua, mobil berwarna putih itu kemudian terjatuh ke kali."Sebuah mobil jip tertabrak kereta dari 2 arah kemudian jatuh ke kali di sekitaran lokasi," katanya.Dalam video yang beredar, terlihat mobil tersebut awalnya tertabrak pada bagian belakang. Mobil tersebut terpelanting hingga berhenti di sisi rel lainnya.Kurang dari 1 menit kemudian, datang kereta dari arah berlawanan yang kembali menabrak mobil tersebut. Pada tabrakan kedua ini, mobil tersebut langsung terjerembap ke kali di lokasi kecelakaan.Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kecelakaan tersebut. Kecelakaan ditangani anggota Laka Lantas Jakarta Barat.Di dalam mobil tersebut hanya ada pengemudi pria berinisial TR (48). Mobil bernopol B-1976-BYJ itu tertabrak kereta api (KA) Ekspres Bandara di perlintasan Jembatan Gantung, Cengkareng.Mobil tersebut melaju di Jalan Klingkit dari arah utara menuju selatan. Sementara KA Ekspres Bandara melaju dari arah Stasiun Rawa Buaya menuju Stasiun Duri.Lihat juga Video: Detik-detik KA Bangunkarta Tabrak Motor-Mobil di Sleman[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-13 21:55