10 November 2025: Hari Pahlawan, Apakah Termasuk Libur Nasional?

2026-02-03 00:15:52
10 November 2025: Hari Pahlawan, Apakah Termasuk Libur Nasional?
– Setiap tanggal 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional.Hari besar ini menjadi momen untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi bangsa. Biasanya, peringatan ditandai dengan upacara bendera, ziarah nasional, hingga berbagai kegiatan budaya dan edukatif yang menanamkan semangat patriotisme kepada generasi muda.Lalu, bagaimana dengan Hari Pahlawan 2025? Apakah masuk dalam hari libur nasional atau tanggal merah?Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, Hari Pahlawan pada Senin, 10 November 2025, tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional maupun cuti bersama. Artinya, meski memiliki makna historis yang tinggi, tanggal tersebut tetap merupakan hari kerja aktif untuk sekolah, kantor pemerintahan, maupun sektor swasta.Penetapan hari libur nasional sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah, sehingga tidak semua peringatan kenegaraan otomatis ditetapkan sebagai tanggal merah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hari Pahlawan hanya diperingati dengan upacara dan berbagai kegiatan nasional.Baca juga: Super Air Jet Buka Rute Jakarta-Kediri PP 10 November, Terbang 3 Kali SemingguSelain itu, berdasarkan SKB 3 Menteri, sisa hari libur nasional di akhir tahun 2025 hanya tersisa satu hari libur nasional dan satu hari cuti bersama, yang jatuh berurutan pada pekan keempat Desember:Momen ini bisa dimanfaatkan untuk mengambil libur panjang, karena berpotensi menciptakan long weekend hingga akhir tahun. Berikut rangkaian hari libur di akhir Desember 2025:Dengan begitu, masyarakat bisa merencanakan liburan atau kegiatan keluarga menjelang tutup tahun.Artikel ini tayang di Tribunjabar.id dengan judul Hari Pahlawan Nasional Diperingati 10 November 2025, Apakah Libur? Cek Penjelasan SKB 3 Menteri


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-02 22:39