Natal 2025 di Katedral Jakarta, Jemaat Berharap Ekonomi Membaik dan Kerukunan Terjaga

2026-01-16 08:02:18
Natal 2025 di Katedral Jakarta, Jemaat Berharap Ekonomi Membaik dan Kerukunan Terjaga
JAKARTA, - Perayaan Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga ruang bagi jemaat untuk menyampaikan harapan akan kehidupan yang lebih baik.Di tengah tekanan ekonomi, mahalnya kebutuhan hidup, serta dinamika sosial yang kerap memicu gesekan, para jemaat datang membawa doa sederhana agar kondisi ekonomi membaik dan kehidupan bermasyarakat tetap rukun.Harapan tersebut diungkapkan Lila (35), jemaat asal Gambir, Jakarta Pusat. Ia datang ke Katedral bersama suaminya untuk mengikuti misa keluarga, Kamis .Baca juga: Buka Perdana Setelah 13 Tahun Ditutup, Antrean Pengunjung Planetarium Mengular“Setahun terakhir berat sekali buat usaha kecil. Bahan baku naik, daya beli turun. Natal tahun ini saya berharap ekonomi pelan-pelan membaik, supaya usaha kecil seperti kami bisa bertahan,” kata Lila saat ditemui Kompas.com di luar area Gereja Katedral usai misa.Menurut Lila, Natal mengajarkannya untuk tetap berusaha dan tidak kehilangan empati meski kondisi sedang sulit.Ia berharap pemulihan ekonomi juga diikuti dengan kebijakan yang lebih berpihak pada usaha kecil.“Harapan saya, ke depan pemerintah lebih memperhatikan UMKM. Kami ini jumlahnya banyak dan jadi penopang keluarga,” ujar dia.Harapan serupa disampaikan Santoso (49), seorang sopir ojek daring yang datang seorang diri ke Katedral. Ia mengaku penghasilannya tidak menentu sepanjang 2025.“Kadang sehari dapat, kadang sepi. Tapi Natal mengingatkan saya untuk tetap bersyukur. Harapan saya sederhana, semoga orderan lebih stabil dan kebutuhan keluarga bisa tercukupi,” ujar Santoso.Baca juga: Jemaat Wisma Mahasiswa di Depok Ikuti Ibadah Misa di Gereja TerdekatSantoso juga berharap, persaingan ekonomi yang semakin ketat tidak membuat masyarakat mudah terpecah. Ia menilai kerukunan sosial menjadi kunci agar situasi tetap kondusif.“Kalau hidup rukun, cari rezeki juga rasanya lebih tenang. Jangan sampai karena ekonomi susah, kita jadi gampang marah dan saling menyalahkan,” kata Santoso.Sementara itu, Cyntia (22), mahasiswa tingkat akhir, memaknai Natal 2025 sebagai momen menumbuhkan optimisme menghadapi masa depan.Ia mengaku cemas menghadapi dunia kerja di tengah persaingan yang semakin ketat.“Sebagai anak muda, jujur ada rasa takut soal kerja. Tapi Natal memberi saya harapan bahwa selalu ada jalan kalau kita mau berusaha,” kata Cyntia.Selain soal pekerjaan, Chyntia berharap nilai toleransi dan kebersamaan tetap terjaga di masyarakat. Ia menilai generasi muda punya peran besar merawat keberagaman.“Harapan saya, anak-anak muda bisa lebih terbuka dan saling menghargai. Beda latar belakang jangan jadi alasan untuk saling menjauh,” ujar dia.Baca juga: Tema Natal “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” dan Empati ke Banjir SumateraSebelumnya perayaan Natal di Gereja Katedral Jakarta berlangsung tertib dengan pengamanan ketat.Aparat kepolisian dan petugas keamanan berjaga di sekitar area gereja sejak pukul 06.00 WIB. Jemaat datang silih berganti sesuai jadwal misa yang telah ditentukan.Di luar gereja, relawan tampak membantu mengatur arus jemaat. Suasana hangat terasa ketika jemaat saling mengucapkan selamat Natal, meski sebagian tidak saling mengenal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-16 08:20