DPRD Aceh Utara: APBD 40 Tahun Tak Akan Mampu Perbaiki Kerusakan Akibat Banjir

2026-01-14 06:05:11
DPRD Aceh Utara: APBD 40 Tahun Tak Akan Mampu Perbaiki Kerusakan Akibat Banjir
ACEH UTARA, - Ketua Komisi IV DPRD Aceh Utara, Bukhari berharap Presiden Prabowo Subianto bisa turun langsung melihat kondisi di wilayahnya.Ia ingin mengusulkan pembentukan badan khusus untuk penanganan banjir. Menurutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak akan cukup untuk memperbaiki seluruh kerusakan infrastruktur akibat banjir. Meskipun, dalam waktu 40 tahun.Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merupakan daerah dengan jumlah korban jiwa tertinggi akibat bencana banjir yang melanda pada November lalu.Totalnya mencapai 205 korban meninggal dunia.Baca juga: Stok Beras Aman, Pengungsi Aceh Utara Kini Krisis Lauk Pauk dan KelambuData tersebut dilansir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis .Posisi kedua dan ketiga tertinggi korban jiwa, yaitu Tapanuli Tengah 191 jiwa dan Tapanuli Selatan 133 jiwa.Ketua Komisi IV DPRD Aceh Utara, Bukhari, menyebutkan meski dengan jumlah korban terbanyak, hingga saat ini, Presiden RI Prabowo Subianto belum berkunjung.Ia mengatakan Aceh Utara juga sebagai daerah dengan dampak kerusakan parah akibat banjir pada 26 November 2025 lalu."Dari sisi jumlah korban dan luas wilayah, Aceh Utara terparah. Untuk itu, kami harap Presiden Prabowo bisa berkunjung ke Aceh Utara. Melihat langsung harapan rakyat Aceh Utara," kata Bukhari kepada Kompas.com.Baca juga: IGD Puskesmas Aceh Utara Mulai Bangkit, Kemenkes Kirim Bantuan DaruratDia mengatakan, Komisi IV DPRD Aceh Utara yang membidangi infrastruktur dan bencana memastikan tidak akan mampu melakukan pemulihan jika menggunakan dana daerah."Jika Presiden hadir, kami ingin sampaikan, tolong dibuat badan khusus untuk penanganan banjir ini yang sifatnya langsung di bawah presiden. Agar fokus dan terjamin tepat sasaran, ditambah pasti cepat progresnya," sebutnya.Jika menggunakan uang daerah, sambung Bukhari, maka 40 tahun dana APBD tak akan mampu memperbaiki seluruh kerusakan infrastruktur pascabanjir."Saya harap, Presiden datang dan melihat bagaimana hancurnya Langkahan, Sawang, dan daerah lainnya di Aceh Utara," katanya.Baca juga: Sebulan Pascabanjir, Sinyal Telekomunikasi di Aceh Utara Masih BermasalahSebulan pascabanjir, sinyal telekomunikasi belum pulih, listrik masih padam, dan ratusan ribu orang masih ditenda pengungsian.Sekadar diketahui, sebulan terakhir Presiden Prabowo Subianto telah berkunjung ke Aceh Tenggara, Bireuen, Aceh Tengah, dan Kabupaten Bener Meriah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-14 05:30