Toko Buku Berkonsep "Book-Cafe" Jadi Tren Baru di Kalangan Gen Z

2026-01-30 20:47:44
Toko Buku Berkonsep
- Baru-baru ini toko buku dengan konsep book-café muncul sebagai salah satu gaya hidup baru di kalangan generasi Z.Ruang baca yang dipadukan dengan suasana kafe ini tidak hanya menjadi tempat singgah untuk membaca, tetapi juga ruang berkumpul, bekerja, hingga menciptakan konten digital.Perpaduan literasi dan gaya hidup modern membuat book-café dengan cepat menjadi bagian dari rutinitas generasi muda.Tren ini tidak hadir tanpa alasan. Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang mencari ruang nyaman, estetis, dan fleksibel, tempat di mana mereka bisa belajar dan bersosialisasi sekaligus.Dikutip dari hasil penelitian Journal Competency of Business, Jumat library café berkembang pesat karena menyediakan lingkungan yang mendukung produktivitas sekaligus memenuhi kebutuhan akan estetika visual yang sering dibagikan di media sosial.Selain itu, meningkatnya minat Gen Z terhadap kegiatan membaca yang lebih personal turut mendorong hadirnya ruang-ruang hybrid seperti book-café.Di era digital ketika perhatian mudah terpecah, kehadiran tempat yang menawarkan suasana tenang namun tetap ramah untuk interaksi menjadi daya tarik tersendiri.Baca juga: Minat ke Perpustakaan Turun, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Diminta Kembangkan e-LibraryFenomena book-café semakin menonjol seiring meningkatnya konsumsi literasi dan konten bertema “slow living” di kalangan anak muda.Dilansir dari The Korea Times, pertumbuhan book-café di Asia meningkat sejak pandemi karena generasi muda mencari tempat yang menenangkan dan tidak sekadar berfungsi sebagai kafe.Di Indonesia, tren ini terlihat melalui meningkatnya ruang-ruang baca hybrid, baik yang dikelola independen maupun oleh lembaga penerbitan besar.Kegiatan seperti book discussion, silent reading, hingga sesi creative workshop kini menjadi bagian dari aktivitas rutin di berbagai book-café.Para pengunjung, terutama Gen Z, memilih tempat seperti ini bukan hanya untuk membaca.Lingkungan yang estetis, ramah komunitas, dan dapat diabadikan menjadi konten digital menjadi salah satu pertimbangan utama.Hal tersebut turut memperluas fungsi book-café menjadi ruang kreatif, tempat belajar, hingga lokasi bekerja secara fleksibel.Baca juga: Tingkatkan Minat Baca Anak, Gramedia Salurkan Buku Hasil Donasi PelangganSalah satu contoh ruang literasi baru yang mengadopsi konsep book-café adalah Prose & Petals, sebuah toko buku terkurasi di bawah naungan Gramedia.Dok. Gramedia Grand Opening Prose & Petals


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-30 19:06