Eksposur Program Pendidikan Agama Islam Meningkat, Direktorat PAI Perluas Jangkauan di Ruang Publik

2026-02-03 19:12:39
Eksposur Program Pendidikan Agama Islam Meningkat, Direktorat PAI Perluas Jangkauan di Ruang Publik
— Program-program Pendidikan Agama Islam (PAI) kian mendapat ruang di percakapan publik.Sepanjang periode 23 Desember 2024 hingga 23 Desember 2025, eksposur kebijakan dan program Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan peningkatan signifikan di media daring dan media sosial.Peningkatan eksposur tersebut tecermin dari hasil pemantauan media dan analisis percakapan digital yang mencatat sedikitnya 229 penyebutan program Direktorat PAI di berbagai kanal digital. Penyebutan ini berasal dari media daring nasional dan lokal, serta platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.Dari sisi jangkauan, komunikasi Direktorat PAI menjangkau sekitar 2,2 juta akun unik di media sosial dengan tingkat keterlibatan publik mencapai sekitar 9.000 interaksi. Angka ini menunjukkan bahwa isu-isu pendidikan agama Islam tidak lagi berada di ruang terbatas, tetapi semakin hadir dalam diskursus publik yang lebih luas.Baca juga: Kemenag: 95,1 Persen Lulusan Kampus Islam Negeri Sudah BekerjaDirektur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno menilai, peningkatan eksposur tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan agama Islam di tengah masyarakat.“Peningkatan eksposur menunjukkan bahwa program pendidikan agama Islam semakin mendapat perhatian publik. Ini penting agar kebijakan tidak hanya diketahui oleh kalangan terbatas, tetapi dipahami secara luas sebagai bagian dari upaya mencerdaskan dan membentuk karakter bangsa,” ujar Suyitno dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Menurut Suyitno, keterbukaan informasi dan kehadiran aktif di ruang publik menjadi kunci agar program-program PAI dapat dipantau, dikritisi, sekaligus didukung oleh masyarakat.“Ketika kebijakan hadir di ruang publik secara terbuka, masyarakat bisa ikut mengawal implementasinya. Ini bagian dari akuntabilitas pemerintah,” lanjut dia.Analisis sentimen publik menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen percakapan terkait Direktorat PAI bernada positif.Baca juga: Kemenag Buka Opsi Pembelajaran Daring bagi Siswa Madrasah Terdampak Banjir SumateraEksposur positif tersebut banyak berkaitan dengan sejumlah program strategis, seperti Pendidikan Profesi Guru (PPG) PAI, PAI Fair 2025, penguatan literasi dan asesmen keagamaan, serta upaya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah dan madrasah.Selain kuantitas, kualitas percakapan publik juga menunjukkan kecenderungan konstruktif. Analisis emosi memperlihatkan dominasi emosi apresiasi dan optimisme tanpa lonjakan signifikan emosi negatif, seperti penolakan atau ketidakpercayaan.Direktur Pendidikan Agama Islam M Munir mengatakan bahwa peningkatan eksposur program PAI tidak terjadi secara instan, tetapi melalui upaya komunikasi yang konsisten dan berkelanjutan.“Kami berupaya menghadirkan program pendidikan agama Islam secara lebih terbuka di ruang publik dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Munir.Baca juga: Kemenag: Siswa Terdampak Banjir Aceh-Sumatera Bisa Belajar OnlineIa menjelaskan bahwa media sosial menjadi salah satu kanal utama untuk memperluas eksposur, terutama di kalangan pendidik dan generasi muda. Konten visual dan video dinilai efektif dalam menjelaskan kebijakan pendidikan agama Islam yang kerap bersifat teknis.“Platform, seperti Instagram dan YouTube, memungkinkan kami menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui konten edukatif, publik dapat memahami tujuan dan manfaat program PAI secara lebih utuh,” kata Munir.Secara geografis, percakapan publik didominasi oleh audiens di wilayah Indonesia dengan penggunaan bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa eksposur Direktorat PAI telah menjangkau sasaran utama, yakni guru PAI, peserta didik, pengelola satuan pendidikan, serta pemangku kepentingan pendidikan keagamaan Islam.Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memperluas eksposur program pendidikan agama Islam di ruang publik melalui komunikasi yang transparan dan responsif. Upaya ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap arah kebijakan pendidikan keagamaan nasional.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-03 17:19