Viral Mobil Belok Tabrak Bocah Lagi Jongkok di Jatinegara

2026-01-31 02:43:18
Viral Mobil Belok Tabrak Bocah Lagi Jongkok di Jatinegara
Sebuah mobil menabrak dua bocah sedang jongkok di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur. Akibatnya, dua orang bocah itu mengalami luka-luka hingga dibawa ke rumah sakit.Peristiwa mobil Toyota Kijang Inova menabrak dua bocah viral di media sosial, dilihat Minggu . Mobil berwarna hitam itu tampak tengah berbelok ke kiri memasuki area parkiran mobil di Jalan Cipinang Jaya.Terlihat di area parkiran itu terdapat 4 orang bocah yang sedang berjongkok sambil bermain. Mobil terus melaju hingga dua orang bocah perempuan tertabrak dan mengalami luka-luka.Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menyebut peristiwa itu terjadi pada Kamis pukul 15.00 WIB. Bocah perempuan inisial CDP (10) mengalami luka pada bagian pelipis kanan, pipi kiri, hingga pinggang lecet.Sementara itu, ARS (2) mengalami luka pada bagian kaki kiri, kaki kanan memar, dan wajah lecet. Keduanya menjalani perawatan di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur."Berdasarkan keterangan yang didapat kendaraan Toyota Kijang Inova NRKB B-2062-PW yang dikemudikan oleh Putra Ardiansyah saat belok ke kiri memasuki area parkiran penitipan mobil di Jalan Cipinang Jaya, wilayah Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur menabrak anak kecil yang sedang jongkok," ucap Ojo Ruslani kepada wartawan, Minggu .Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dalam kejadian itu. Termasuk, lanjutnya, kendaraan Kijang Inova beserta SIM dan STNK pengemudi."Pengemudi saat belok tidak melihat ada anak, anak-anak sudah keluar dari RS diselesaikan musyawarah," imbuhnya.Tonton juga video "Sopir Pikap Mabuk Tabrak Motor di Gowa: Ayah-Anak Tewas, Ibu Kritis"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-31 02:27