Cegah Gangguan Kamtibmas, Polisi di Demak Jateng Patroli di Titik-titik Rawan

2026-01-14 21:59:49
Cegah Gangguan Kamtibmas, Polisi di Demak Jateng Patroli di Titik-titik Rawan
Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha mengimbau para orang tua untuk mengawasi anak-anak selama libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru). Pengawasan tersebut diperlukan agar anak tidak terjerumus dalam aksi balap liar hingga narkoba.Ari meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama pada malam hari, dan memastikan anak-anak sudah di rumah paling lambat pada pukul 22.00 WIB."Peran orang tua sangat penting. Pastikan anak-anak berada di rumah pada malam hari, bangun komunikasi yang baik, serta berikan edukasi tentang bahaya kenakalan remaja," imbau Ari dalam keterangan tertulis yang diterima, seperti dilansir detikJateng, Senin (29/12/2025).Menurut Ari, pengawasan orang tua merupakan kunci untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam aksi balap liar, keterlibatan geng motor, penyalahgunaan narkoba, ataupun aktivitas lain yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, lanjutnya, pengawasan orang tua dapat mencegah anak menjadi korban tindak kejahatan.Ari pun mengajak masyarakat secara aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada pihak kepolisian melalui call center 110."Apabila masyarakat melihat atau mengalami gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui call center 110. Petugas kami akan merespons dengan cepat dan melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur," tegasnya.Ari mengatakan Polres Demak juga meningkatkan patroli untuk menjaga situasi kamtibmas selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025. Personel secara rutin berpatroli di sejumlah titik rawan, khususnya pada malam hari, guna mencegah gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.Lebih lanjut, Ari menegaskan, pihaknya tidak ragu memberikan tindakan tegas terhadap pelaku anarkis atau pihak yang sengaja mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di Demak."Siapa pun yang melakukan tindakan anarkistis dan mengganggu kamtibmas akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga situasi Kabupaten Demak tetap aman dan kondusif," tegasnya.Baca selengkapnya di siniSimak juga Video: Laka Lantas-Kriminalitas di Jatim Menurun Selama Operasi Ketupat Semeru 2025[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-14 20:51