JAKARTA, – Jelang libur Nataru yang berlangsung tidak lama lagi, pengendara kendaraan niaga diimbau lebih berhati-hati. Tujuannya agar kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh berbagai faktor, dapat diantisipasi sejak awal.Ketua Sub Komite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan, mengingatkan bahwa banyak insiden terjadi karena pengemudi tidak berada dalam kondisi prima, kurang disiplin mematuhi aturan, hingga tidak menguasai teknik mengemudi yang aman di berbagai kondisi jalan.Selain itu, kelalaian dalam melakukan pre-trip inspection serta kurangnya pemahaman terhadap tata cara berkendara di jalan menurun turut memperbesar risiko kecelakaan.Baca juga: Pengalaman Pemilik Menggunakan Chery J6: Irit dan Keren/Febryan Kevin Situasi terminal Kampung Rambutan enam hari jelang hari raya Idul Fitri, Senin .“Karena itu, kita harus terus menekankan bahwa pengemudi harus selalu dalam kondisi prima, disiplin, memahami prosedur pengecekan kendaraan sebelum beroperasi,” ujar Wildan, dalam keterangan resmi, Rabu .“Dan menguasai teknik mengemudi di berbagai kondisi, termasuk saat melintasi jalanan menurun. Semua aspek ini sangat menentukan keselamatan di jalan,” kata dia.Tak hanya menyoal kondisi fisik dan disiplin, Wildan juga menekankan pentingnya kemampuan pengemudi dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan potensi risiko selama perjalanan.Baca juga: Yamaha FreeGo 125 Vs Suzuki Burgman Street 125EX: Mana Lebih Baik?/Dian Ade Permana Danang Ragil memeriksa kondisi bus pariwisata yang terpakir di garasi, Selasa Selain meningkatkan kecakapan mengemudi, pengemudi harus memahami langkah-langkah penanganan ketika menghadapi situasi darurat agar mampu mencegah kecelakaan berulang.Kasubdit Manajemen Keselamatan Ditjen Hubdat Kemenhub Ellis Simbolon, mengatakan, pengemudi kendaraan niaga perlu mendapat pembekalan mengenai identifikasi risiko, teknologi kendaraan, pemeriksaan kendaraan (pre trip inspection), hingga teknik defensive driving.Melalui bimbingan teknis yang dilakukan Kemenhub, diharapkan kualitas sumber daya manusia dalam sektor angkutan orang dapat meningkat.Baca juga: Honda Terjungkal, Posisi Penjualan Merosot di November 2025 RIKI ACHMAD SAEPULLOH Sopir bus di terminal type A kota Sukabumi saat di cek kesehatan sebelum di tes urine. Kamis “Kegiatan ini menggabungkan teori, praktik dan simulasi lapangan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan safety driving, sehingga kompetensi pengemudi meningkat dan dapat diterapkan saat bertugas,” kata Ellis.Ia berharap para pengemudi semakin mampu mengantisipasi risiko, mengurangi potensi kecelakaan, serta memberikan layanan yang lebih berkualitas dan berkeselamatan kepada masyarakat.
(prf/ega)
Jelang Nataru, Pengemudi Bus Wajib Disiplin Periksa Kendaraan
2026-01-12 03:38:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:57
| 2026-01-12 03:46
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 02:18
| 2026-01-12 01:57










































