Permintaan Korban Bencana Sumut: Cepatlah Angkat Lumpur dan Kayu dari Rumah Kami

2026-02-04 22:05:59
Permintaan Korban Bencana Sumut: Cepatlah Angkat Lumpur dan Kayu dari Rumah Kami
HATANABOLON, – Warga Desa Hatanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, meminta pemerintah segera membersihkan lumpur dan kayu yang masih menumpuk di dalam rumah mereka usai banjir.Korban banjir, Rusliana, mengatakan hingga kini lumpur dan batang kayu di dalam rumah warga belum terangkut, sehingga banyak warga belum bisa kembali menempati rumahnya.“Permohonan kami, rumah warga yang kemasukan lumpur dan kayu secepatnyalah dibersihkan, itulah permintaan masyarakat agar bisa dihuni rumahnya lagi,” kata Rusliana usai menerima bantuan donasi pembaca Kompas.com di Posko Bantuan Bencana Hatanabolon, Kamis .Baca juga: Pascabanjir dan Longsor Tapteng Sumut, Masinton Pasaribu Larang Warga Tanam Kelapa SawitIa menyebut, setelah tiga pekan pascabencana, warga mulai mengalami perubahan kondisi psikis meski bantuan logistik sudah cukup banyak diterima.“Kalau perubahan sedikit, bantuan banyak. Yang penting bantuan angkat kayu rumah orang belum maksimal alat berat masih sedikit,” ujar Rusliana.Selain persoalan pembersihan rumah, warga juga masih mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak.“Listrik sudah mulai menyala 3 hari ini. Kami air belum, kami mandi pakai air lumpur, kadang ambil air PMI sebagian dapat, sebagian enggak,” katanya.Warga lainnya, Mesrawati, mengatakan rumahnya hingga kini masih terendam banjir sehingga ia terpaksa mengungsi ke masjid atau menumpang di rumah warga lain.“Rumah saya belum surut. Rumah saya masih ada lumpur dan kayu,” ucap Mesrawati.Berdasarkan pantauan Kompas.com, Jalan Humala Tambunan menuju posko bantuan masih tergenang banjir setinggi sekitar 15 sentimeter. Lumpur juga terlihat menumpuk di pinggir jalan.Kendaraan yang melintas harus bergantian, sementara sepeda motor tetap menerobos genangan air.Di lokasi terlihat warga mengatur arus lalu lintas. Sejumlah ibu-ibu juga mencuci pakaian dan peralatan dapur menggunakan air banjir berwarna coklat bercampur lumpur.Sejumlah rumah warga tampak rusak dengan lumpur masih mengendap di dalam rumah. Batang-batang pohon juga terlihat menumpuk di pinggir jalan dan di samping rumah warga.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-04 21:22