Apakah Kartu Kredit Masih Relevan untuk Kebutuhan Finansial Anak Muda?

2026-01-12 08:40:51
Apakah Kartu Kredit Masih Relevan untuk Kebutuhan Finansial Anak Muda?
JAKARTA, - Penggunaan kartu kredit terus menunjukkan pertumbuhan di tengah banyaknya pilihan produk keuangan lain.Kalangan anak muda juga menggandrungi produk keuangan ini karena dianggap memiliki berbagai keuntungan.Kendati demikian, sebagian anak muda masih urung memiliki kartu kredit karena tidak ingin memiliki cicilan bulanan.Dengan kata lain, kartu kredit masih menjadi produk keuangan perbankan yang relevan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk anak muda.Baca juga: 22 Fintech P2P Lending Catat Kredit Macet di Atas 5 Persen per September 2025Bank Indonesia (BI) mendefinisikan kartu kredit sebagai alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang dapat digunakan untuk membayar kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.Data Bank Indonesia mencatat, volume transaksi kartu kredit per Juli 2025 naik 13,32 persen secara tahunan menjadi 45,13 juta kali transaksi.Sedangkan, nilai transaksi meningkat 10,81 persen mencapai Rp 41,21 triliun.Sebagai gambaran pada Agustus 2024, volume transaksi kartu kredit baru mencapai 38,85 juta transaksi.Hingga Juli 2025, jumlah kartu kredit yang beredar mencapai 18,76 juta, tumbuh 3,3 persen dibanding tahun sebelumnya.Pada Agustus 2024 jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia adalah sebanyak 18,23 juta unit.Baca juga: Pengguna QRIS Terus Bertambah Sampai Kalahkan Kartu Kredit Seorang karyawan swasta Zefanya (25) menceritakan, ia pertama kali membuat kartu kredit pada 2024 ketika telah memiliki pekerjaan sendiri."Ingin punya kartu kredit karena bisa membantu saya membeli barang atau kebutuhan yang harganya tergolong mahal atau melebihi gaji saya, sehingga saya bisa nyicil," kata dia ketika dihubungi Kompas.com, Kamis .Selain itu, ia menceritakan, kartu kredit juga digunakan untuk membayar tagihan atau belanja dalam jumlah murah. Tujuannya, untuk mendapatkan point rewards dan banyak penawaran program serta diskon-diskon tertentu."Jadi lebih untung dan kerap lebih murah dari bayar cash langsung," imbuh dia.Kemudian, wanita yang karib disapa Anya ini juga berniat menciptakan riwayat skor kredit. Hal itu dirasa penting sebagai salah satu perimbangan ketika nanti akan ingin mengajukan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).Anya menceritakan, ia membuat kartu kredit di pusat perbelanjaan dengan bantuan sales dari perbankan."Karena saya malas, saya pakai bantuan sales di mall yang bantu saya daftar serta membantu proses pengajuannya juga," ungkap dia.Sebagai orang yang menggunakan kartu kredit untuk pertama kali, ia mendapatkan limit tertentu saat itu.


(prf/ega)