Satu Warganya Tewas, PM Thailand Nyatakan Tak Ada Rencana Genjatan Senjata dengan Kamboja

2026-01-11 23:19:53
Satu Warganya Tewas, PM Thailand Nyatakan Tak Ada Rencana Genjatan Senjata dengan Kamboja
BANGKOK, - Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul menyatakan, tak ada rencana gencatan senjata dengan Kamboja.Pernyataan itu muncul usai Thailand melaporkan seorang warga sipil tewas akibat serangan roket Kamboja."Tidak ada rencana maupun kesepakatan dari pemerintah Thailand untuk gencatan senjata dengan musuh kita hingga pukul 10 malam tadi," ujarnya, dikutip dari Straits Times, Senin ."Thailand teguh dengan tekad kami untuk melestarikan, melindungi, dan mempertahankan kesatuan tanah dan rakyat kami dengan segala cara," lanjutnya.Baca juga: Kamboja Tutup Perbatasan dengan Thailand, Sebut Trump Cuma Omon-omonSebelumnya, seorang warga tewas akibat roket BM-21 Kamboja di distrik Kantaralak, Provinsi Si Sa Ket.Pria berusia 63 tahun itu adalah warga sipil Thailand pertama yang meninggal secara langsung akibat serangan Kamboja. Sembilan orang lainnya tewas karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya sejak konflik kembali pecah pekan lalu. Sementara, seorang tentara Thailand tewas akibat serangan artileri Kamboja di distrik yang sama.Baca juga: PM Thailand Bubarkan Parlemen di Tengah Konflik dengan KambojaDengan demikian, total korban tewas di pihak Thailand menjadi 16 tentara, dengan 327 lainnya terluka. Kamboja belum mengungkapkan jumlah korban militer. Kementerian Luar Negeri Thailand pun mengajukan protes terhadap badan hak asasi manusia PBB pada Minggu .Mereka menuduh Kamboja menyerang Thailand tanpa pandang bulu, termasuk target selain militer.Baca juga: Thailand Beli Rudal Barak MX Israel Rp 1,7 T di Tengah Konflik dengan KambojaKetegangan semakin meningkat di wilayah perbatasan membuat Angkatan Laut Thailand memberlakukan jam malam sejak 14 Desember di lima distrik di provinsi Trat, bagian tenggara wilayah yang berbatasan dengan provinsi Koh Kong di Kamboja.Sebelumnya, angkatan darat telah memberlakukan jam malam di beberapa daerah di provinsi Sa Kaeo bagian timur laut. Hingga kini, lebih dari dua lusin korban tewas akibat perang Thailand dengan Kamboja di wilayah perbatasan sepanjang 800 kilometer dan lebih dari 500.000 warga mengungsi.Pertempuran terbaru ini terjadi menggagalkan kesepakatan damai yang dimediasi oleh Presiden AS, Donald Trump.


(prf/ega)