Kasus Siswa SD Diduga Bunuh Ibu di Medan, Prarekonstruksi 43 Adegan, Psikologi Pelaku Masih Diobservasi

2026-01-14 08:11:59
Kasus Siswa SD Diduga Bunuh Ibu di Medan, Prarekonstruksi 43 Adegan, Psikologi Pelaku Masih Diobservasi
- Kasus pembunuhan seorang ibu yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya yang masih di bawah umur di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, terus menjadi perhatian publik dan aparat penegak hukum.Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB.Korban berinisial F (42) ditemukan tewas di kamar tidur lantai satu rumahnya dengan sejumlah luka tusukan.Terduga pelaku adalah anak perempuan korban berinisial AI atau AL, berusia 12 tahun 37 hari, yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD).Baca juga: Kasus Dugaan Anak Bunuh Ibu di Medan: Polisi Gelar Pra-Rekonstruksi Selama 6 JamPolrestabes Medan telah menggelar prarekonstruksi kasus tersebut pada Minggu di lokasi kejadian. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih enam jam dan memeragakan 43 adegan yang menggambarkan kronologi peristiwa secara rinci.Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, prarekonstruksi dilakukan untuk menyempurnakan proses penyidikan dan penyelidikan lanjutan.“Kurang lebih enam jam tim telah melaksanakan prarekonstruksi kedua. Prarekonstruksi hari ini kami lakukan dengan pemeran sesuai dengan fakta aslinya. Setidaknya ada 43 adegan,” kata Calvijn di lokasi, Minggu .Ia menjelaskan, prarekonstruksi pertama sebelumnya telah dilakukan di lokasi pengganti, yakni di Polrestabes Medan.“Mudah-mudahan ini lebih menyempurnakan proses penyidikan dan proses penyelidikan lanjutan yang kami laksanakan,” ujar Calvijn.Selain prarekonstruksi, polisi juga kembali melakukan penggeledahan di rumah korban.“Ada beberapa barang-barang yang kami bawa untuk didalami,” tambahnya.Baca juga: 5 Fakta Anak 13 Tahun Diduga Bunuh Ibu di Medan, Kronologi Penemuan dan Dugaan PemicuCalvijn menegaskan, kepolisian sangat berhati-hati menangani kasus ini karena terduga pelaku masih anak di bawah umur. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan psikolog serta petugas dari Dinas Perlindungan Anak.“Kami masih menunggu hasil assessment psikologi yang dilakukan oleh dinas perlindungan anak dan tim terkait,” kata Calvijn.Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak berspekulasi.“Kami minta masyarakat menjaga etika dan memberikan ruang bagi proses hukum yang adil dan transparan,” ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 06:47