Obligasi SMF Resmi Masuk Fasilitas Repo BI, Dorong Pembiayaan Perumahan

2026-01-12 10:42:38
Obligasi SMF Resmi Masuk Fasilitas Repo BI, Dorong Pembiayaan Perumahan
JAKARTA, - Bank Indonesia (BI) memperluas akses operasi repo dengan menggunakan obligasi korporasi sektor perumahan yang diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai instrumen dasar. Langkah ini menjadi perluasan instrumen likuiditas sekaligus upaya memperdalam pasar pembiayaan perumahan.Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, perluasan instrumen repo ini merupakan bagian dari agenda penguatan pasar keuangan, terutama dalam menyediakan opsi likuiditas yang lebih beragam bagi perbankan.Destry menyebutkan hasil lelang repo menggunakan obligasi SMF mencapai Rp 290 miliar pada transaksi 10 November 2025, dengan rate pemenang 4,85 persen untuk tenor satu minggu. Ini menjadi transaksi perdana repo korporasi yang diterima BI sebagai underlying.“Sudah masuk Rp 290 miliar. Walaupun outstanding SMF sekitar Rp 25 triliun, tapi kami memiliki syarat. Misalnya, dalam 30 hari terakhir obligasi tersebut harus aktif diperdagangkan,” ujar Destry dalam acara Pengenalan Surat Utang SMF sebagai Underlying Transaksi repo Bank Indonesia di Gedung AA Maramis, Jakarta, Kamis .Baca juga: Tower Bersama (TBIG) Rilis Obligasi dan Sukuk Ijarah, Incar Dana hingga Rp 2,2 TriliunMeski nilai outstanding obligasi SMF cukup besar, Destry menegaskan tidak seluruhnya memenuhi syarat untuk dapat direpokan ke BI. Aktivitas perdagangan menjadi salah satu kriteria utama selain kualitas aset yang harus terjaga.BI berharap penerimaan obligasi SMF sebagai underlying repo dapat memperluas instrumen pasar uang, mengurangi ketergantungan pada SBN, serta mendorong penggunaan aset berkualitas yang selama ini belum banyak terserap dalam operasi moneter.Sejauh ini, sudah ada sembilan bank yang memanfaatkan fasilitas repo SMF dengan BI. Destry menambahkan, rate repo untuk obligasi SMF berada di bawah special rate bank, sehingga memberikan insentif bagi perbankan karena dapat menurunkan biaya dana.Baca juga: Masih Menarik, Obligasi Jangka Pendek Lebih Diminati InvestorFasilitas repo BI untuk obligasi SMF dinilai turut mendukung sektor perumahan. Dengan biaya pendanaan yang lebih murah dan likuiditas yang meningkat, bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan biaya yang lebih efisien.


(prf/ega)