Infografis Hilangnya 4 Kampung Usai Banjir dan Longsor Aceh

2026-02-04 06:33:53
Infografis Hilangnya 4 Kampung Usai Banjir dan Longsor Aceh
Jakarta - Bencana banjir dan longsor terjadi di Aceh sejak Selasa 18 November 2025. Akibatnya bencana banjir dan longsor Aceh tersebut, berbagai kerugian pun dialami kota dengan julukan Serambi Mekah itu.Pada Sabtu 21 November, tangis Gubernur Aceh Muzakir Manaf pecah saat menceritakan bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya tersebut.Bahkan, Muzakir menyebut, bencana banjir dan longsor Aceh itu bak tsunami kedua yang menghantam. Bukan tanpa alasan, hal itu lantaran menurut Muzakir, ada 4 kampung yang hilang entah kemana terbawa air.Advertisement"Ada beberapa kampung hilang entah ke mana, yaitu Sawang, Jambo Aye, juga Bireuen, Peusangan. Malam itu empat kampung gak tau entah ke mana. Jadi, Aceh sekarang seperti tsunami kedua," ujar Muzakir seperti dikutip dari keterangan video, Selasa .Seperti apakah kerugian yang dialami Aceh? Berdasarkan data pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Senin 1 Desember 2025 hingga pukul 19.56 WIB malam, total korban meninggal akibat bencana di Aceh mencapai 173 orang."Korban yang meninggal dunia dilaporkan sebanyak 173 orang," kata Ketua Tim Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh M Nasir di Banda Aceh.Dia menjelaskan, bencana hidrometeorologi Aceh yang terjadi sejak 18 November 2025 telah berdampak pada 18 kabupaten/kota di Aceh, tersebar di 226 kecamatan dan 3.310 gampong (desa).Lantas, seperti apa dampak bencana, kerusakan, hingga kerugian yang dialami usai bencana banjir dan longsor Aceh? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-04 05:54