Masjid Raya Al Jabbar Rebranding Jadi Al Jabbar Istimewa, Siap Buka 24 Jam Mulai 2026

2026-01-12 06:22:12
Masjid Raya Al Jabbar Rebranding Jadi Al Jabbar Istimewa, Siap Buka 24 Jam Mulai 2026
- Masjid Raya Al Jabbar resmi melakukan rebranding dengan nama baru, Al Jabbar Istimewa.Keputusan ini diambil oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) periode 2025–2030 yang dipimpin Tata Sukayat, setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 9 Desember 2025. Rebranding ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola masjid sekaligus merespons tingginya antusiasme masyarakat terhadap masjid yang kini menjadi ikon baru Kota Bandung.Baca juga: Pemkab Bandung Pastikan Pasokan Pangan Aman meski Bergantung dari Luar DaerahSalah satu kebijakan penting yang diumumkan bersamaan dengan rebranding tersebut adalah rencana membuka Masjid Raya Al Jabbar selama 24 jam setiap hari mulai 1 Januari 2026.Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah, termasuk pada waktu-waktu dini hari.Tata Sukayat menjelaskan bahwa keputusan rebranding diambil setelah pengurus DKM menerima banyak masukan dari para pengunjung.Selama ini, tidak sedikit jamaah dan wisatawan yang datang ke Masjid Al Jabbar pada pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari harus menunggu cukup lama di luar area masjid karena jam operasional yang terbatas.“Banyak keluhan para pengunjung Masjid Al Jabbar dari berbagai daerah yang datang pada pukul 1–2 dini hari harus menunggu waktu yang lama di luar masjid. Pada 1 Januari 2026, Masjid Al Jabbar buka 24 jam,” jelas Kang Tata, sapaan akrab Tata Sukayat.Baca juga: Pengamat ITB: Tata Ruang Bandung Selatan Kuat di Atas Kertas, Lemah DiimplementasiKeputusan tersebut, lanjutnya, merupakan hasil Rapat Kerja pengurus DKM yang digelar pada Selasa .Rapat ini membahas arah pengelolaan masjid ke depan agar lebih inklusif, tertata, dan mampu menjawab kebutuhan jamaah.Nippon Paint Masjid Al JabbarSejak diresmikan, Masjid Raya Al Jabbar terus menjadi magnet wisata religi di Jawa Barat. Hingga Desember 2025, jumlah pengunjung tercatat telah mencapai sekitar 4,5 juta orang.Para pengunjung tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara tetangga.Tingginya angka kunjungan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama DKM untuk memastikan masjid selalu terbuka bagi tamu dari mana saja dan kapan saja.Dengan dibukanya masjid selama 24 jam, diharapkan Masjid Al Jabbar dapat benar-benar berfungsi sebagai rumah ibadah yang ramah bagi semua kalangan.Baca juga: Soal Lansia Sakit Diantar Ekskavator di Bandung Barat, Bupati Jeje: Kami Mohon Maaf


(prf/ega)