Sempat-sempatnya Trump Serang Oposisi Kala Ucapkan Selamat Natal

2026-01-14 08:43:01
Sempat-sempatnya Trump Serang Oposisi Kala Ucapkan Selamat Natal
Donald Trump menyelipkan serangan politik terhadap oposisi saat menyampaikan ucapan 'selamat Natal'. Trump menyebut Partai Demokrat dengan istilah 'sampah kiri radikal' di momen perayaan Natal.Pernyataan itu Trump sampaikan di media sosial Truth miliknya. Trump mengucapkan selamat Natal kepada semua orang."Selamat Natal untuk semua, termasuk Sampah Kiri Radikal yang melakukan segala upaya untuk menghancurkan Negara kita, tetapi gagal total," kata Trump di platform Truth Social miliknya sebagaimana dilansir AFP, Kamis (25/12/2025).Orang nomor satu di Amerika Serikat (AS) itu bahkan mengklaim AS di bawah kepemimpinannya memiliki kemajuan. Ada yang Trump banggakan, yakni dia mengklaim angka kejahatan di AS sudah turun dan menyebut ekonomi AS menguat."Kita tidak lagi memiliki perbatasan terbuka, pria dalam olahraga wanita, transgender untuk semua orang, atau penegakan hukum yang lemah. Yang kita miliki adalah pasar saham dan dana pensiun 401K yang mencetak rekor, angka kejahatan terendah dalam beberapa dekade, tidak ada inflasi, dan kemarin, PDB (Produk Domestik Bruto) 4,3%, dua poin lebih baik dari yang diperkirakan," ucapnya. Lebih lanjut, Trump mengecam pihak oposisi, yang telah mengkritik pemerintahannya atas penanganan biaya hidup.Kritik itu muncul sehari setelah data Departemen Perdagangan menunjukkan ekonomi tumbuh sebesar 4,3 persen pada kuartal ketiga - PDB tertinggi dalam dua tahun. Laporan tersebut juga menunjukkan indeks harga untuk pembelian domestik naik 3,4 persen - angka inflasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2,0 persen pada kuartal kedua.Sebelum momen Natal, Demokrat mengkritik Departemen Kehakiman atas lambatnya rilis dan banyaknya penyuntingan ribuan catatan dari penyelidikan terhadap pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, yang dulunya adalah teman Trump.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 09:09