BANDA ACEH, - Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, mengungkapkan bahwa stok beras untuk kebutuhan masyarakat di Kota Sabang tercukupi hingga Februari 2026 sehingga tidak perlu impor dari luar negeri."Khusus Sabang, stok kami saat ini sebanyak 409 ton. Cukup untuk sampai bulan Februari 2026," kata Ihsan saat dihubungi Kompas.com, Selasa .Ihsan menjelaskan bahwa kondisi perberasan di Aceh dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat baik, bahkan telah melebihi target yang ditetapkan."Target yang ditetapkan sebanyak 102.000 ton setara beras dan saat ini telah terealisasi sebanyak 103.000 ton, melebihi target yang ditetapkan. Untuk stok Bulog Aceh saat ini sebanyak 83.639 ton, cukup sampai bulan Juni 2026 akan datang," ujar Ihsan.Baca juga: Kementan Temukan 250 Ton Beras Impor Ilegal di SabangKhusus untuk wilayah Sabang, kata Ihsan, pihaknya masih bisa menambah stok beras bagi masyarakat di sana kapan pun dibutuhkan."Sehingga untuk saat ini, pemerintah melalui Bulog, untuk tahun 2025 ini tidak memerlukan impor," ucapnya.Kondisi ini diperkuat dengan cadangan beras nasional mencapai 3,8 juta ton.Sementara itu, Kanwil Perum Bulog Aceh saat ini juga masih menyerap hasil panen Gadu, terutama di daerah Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tenggara."Yang menandakan memang Aceh saat ini produksi padinya meningkat sangat pesat. Di samping itu, harga beras di tingkat konsumen juga sangat stabil dan terjangkau, jadi masyarakat Aceh tidak perlu khawatir," ungkapnya.Baru-baru ini, sebanyak 250 ton beras impor asal Thailand dimasukkan ke Sabang oleh PT Multazam Sabang Group.Tindakan ini kemudian mendapat sorotan tajam dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.Mentan mengungkapkan bahwa beras impor tersebut ilegal mengingat produksi beras dalam negeri tahun ini diperkirakan surplus.Baca juga: Sita Beras 250 Ton di Sabang, Mentan Tak Mau Indonesia Terus Jadi PasarKepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Iskandar Zukarnaen, mengatakan bahwa masuknya beras impor itu sudah sesuai peraturan, bahkan telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Jumat via zoom meeting.Dalam rapat tersebut, beras impor yang dimasukkan oleh PT. Multazam Sabang Group dinyatakan telah mengantongi izin BPKS nomor 513/PTSP-BPKS/21 tanggal 24 Oktober 2025 sehingga diperbolehkan masuk ke Sabang."Beras tersebut hanya untuk kebutuhan konsumsi di kawasan Sabang dan tidak boleh dibawa ke Daerah Pabean," kata Iskandar saat dikonfirmasi Kompas.com via pesan WhatsApp, Senin .
(prf/ega)
Bulog Aceh: Stok Beras di Sabang Cukup hingga Februari 2026, Tak Perlu Impor
2026-01-11 15:22:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:11
| 2026-01-11 13:29
| 2026-01-11 13:24
| 2026-01-11 13:20
| 2026-01-11 13:09










































