JAKARTA, - Ketua Komite Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menjelaskan alasan kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam tim yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto itu.Jimly menjelaskan, Sigit memiliki peran sebagai jembatan atau penghubung antara komite pimpinannya dengan internal Polri.Sinergi antara Komite Reformasi Polri dengan internal kepolisian menjadi penting dalam memastikan proses reformasi berjalan efektif dan menyeluruh."Kapolri berperan menjembatani antara internal Polri dengan kami di komisi. Ini bentuk sinergitas antara Polri dan Komisi Reformasi yang dibentuk Presiden," ujar Jimly dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin .Baca juga: Komisi Reformasi Polri Mulai Bekerja, Maraton Gelar Rapat dan Serap Aspirasi PublikKomite Reformasi Polri, kata Jimly, akan bekerja intensif selama tiga bulan untuk menyiapkan rekomendasi strategis kepada Prabowo. Timnya juga akan memberikan rekomendasi internal kepada Polri."Harapannya, selama tiga bulan nanti kita akan melaporkan, merekomendasikan kebijakan-kebijakan yang perlu ditempuh, yang nanti keputusannya ada di tangan Presiden. Jadi hasilnya nanti yang sifatnya kebijakan ke depan itu kita lapor ke Presiden," ujar Jimly.Dalam rapat perdana pada Senin , Komite Reformasi Polri membahas mekanisme kerja tim dan pola koordinasi dengan Polri serta lembaga-lembaga terkait.Baca juga: Komisi Reformasi Polri Bakal Undang Gerakan Nurani Bangsa dalam Rapat Dengar PendapatKe depan, timnya akan bekerja intensif setiap minggunya. Forum dengar pendapat dari berbagai kalangan juga akan digelar untuk menghimpun berbagai aspirasi."Seminggu sekali kami mengadakan rapat pleno, tapi di antara seminggu sekali itu kami manfaatkan untuk mengadakan public hearing, tatap muka, belanja masalah, mendengarkan aspirasi dari berbagai kalangan yang akan kami undang," kata Jimly."Misalnya, kalangan akademisi di kampus, ataupun BEM mahasiswa, begitu juga ormas-ormas dan jaringan LSM," sambung mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.Baca juga: Komisi Reformasi Polri Tambah Satu Anggota Perempuan, Usulan Langsung dari PrabowoSementara itu, Kapolri Sigit menegaskan bahwa institusinya terbuka terhadap evaluasi dan rekomendasi yang akan disusun oleh Komisi Percepatan Reformasi Polri.Menurutnya, Polri siap merespons cepat serta mengimplementasikan berbagai rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Prabowo."Pada prinsipnya, Polri tentunya selalu terbuka untuk menerima perbaikan, menerima evaluasi, karena kita juga tentunya ingin terus mewujudkan performa Polri sehingga Polri ini betul-betul bisa menjadi institusi yang mewujudkan apa yang bisa diharapkan oleh masyarakat," ujar Sigit.Baca juga: Momentum Baru Reformasi PolriDirinya memastikan, proses reformasi yang dijalankan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.Polri memandang reformasi sebagai proses berkelanjutan untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kepercayaan publik.
(prf/ega)
Ini Peran Kapolri Sigit di Komite Reformasi Polri Bentukan Prabowo
2026-01-13 00:39:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 01:02
| 2026-01-13 00:09
| 2026-01-12 23:42
| 2026-01-12 23:31










































