Ini Alasan Verrel Bramasta Pakai "Tactical Vest" Saat Tinjau Banjir di Padang

2026-01-11 00:17:50
Ini Alasan Verrel Bramasta Pakai
JAKARTA, - Anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Verrell Bramasta menjelaskan alasannya memakai tactical vest saat meninjau lokasi bencana di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).Ia menjelaskan, rompi tersebut memiliki sistem kantong modular untuk menampung barang-barangnya dan tetap memudahkannya bergerak."Rompi taktis ini tidak dilengkapi pelat balistik dan fungsinya memang untuk membawa perlengkapan kebutuhan. Saya pada saat itu membawa perlengkapan seperti air minum, uang kas untuk dibagi-bagi, dan sebagainya," ujar Verrel kepada Kompas.com, Selasa .Baca juga: BMKG Ungkap Alasan Banyak Korban Banjir Sumatera: Kita Belum Siap Hadapi Bencana Sebesar IniSaat meninjau lokasi bencana, yang dibawanya hanya barang-barang yang praktis agar cepat membantu tim dan warga di lapangan."Saya tujuannya untuk turun langsung dan memberikan bantuan komoditas, meninjau langsung dan berdialog dengan pemda agar bantuan dan kejelasan para korban banjir bisa segera diberikan. Untuk mendengar keluhan dari masyarakat setempat agar bisa saya sampaikan kepada rekan-rekan di DPR dan menyuarakan di forum yang bersangkutan," ujar Verrel.Di samping itu, ia juga mengklarifikasi narasi di media sosial yang menyebutnya memakai rompi anti peluru.Verrel menjelaskan, yang dikenakannya adalah tactical vest, bukan rompi anti peluru seperti yang dinarasikan di media sosial.Baca juga: Basarnas Klaim Sudah Tak Ada Daerah yang Terisolasi imbas Banjir dan Longsor Sumatera"Sangat tidak benar dan disinformasi. Jadi, distorsi informasi yang terjadi, dibilang anti peluru atau pelampung, salah besar," ujar Verrell.Tactical vest tersebut, kata Verrel, merupakan hadian dari temannya yang berada di Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).Penggunaan tactical vest juga disebutnya sudah umum dikenakan untuk peninjauan di lapangan.Baca juga: Basarnas Klaim Sudah Tak Ada Daerah yang Terisolasi imbas Banjir dan Longsor Sumatera"Rompi tersebut bukan rompi anti peluru, melainkan tactical vest yang umum dipakai di kegiatan lapangan. Itu merupakan hadiah dari rekan AL kepada saya. Umum digunakan untuk peninjauan lapangan," ujar Verrel.Sebagai informasi, jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar berjumlah 631 orang, per Selasa pukul 11.00 WIB."Sumatera Utara 293 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa dan Aceh 173 jiwa. Jumlah meninggal dunia 631 jiwa," demikian data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 yang tertulis di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) pada Selasa , sebagaimana dilihat Kompas.com pada pukul 11.00 WIB.Baca juga: Mendagri Akan Data Kerusakan 3 Provinsi yang Terdampak Banjir di SumateraAdapun rinciannya, sebanyak 173 orang meninggal dunia, korban hilang 204 jiwa dan korban luka 1.800 orang di Aceh.Kemudian, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang terluka di Sumbar. Sementara jumlah korban di Sumut mencapai 293 jiwa, 153 orang hilang, dan 614 orang terluka."Jumlah total korban terluka 2.600 orang, 472 jiwa hilang, dan 1 juta orang mengungsi," tertulis data di situs Pusdatin BNPB.


(prf/ega)