Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di 25 November: Apa Bedanya? Ini Penjelasan Lengkapnya

2026-01-12 04:35:56
Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di 25 November: Apa Bedanya? Ini Penjelasan Lengkapnya
- Tiap tanggal 25 November, Indonesia memperingati dua momentum besar sekaligus, yaitu Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).Pada tahun 2025, PGRI merayakan HUT ke-80, sebuah perjalanan panjang organisasi profesi guru yang memiliki kontribusi besar bagi pendidikan nasional.Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya peran guru dalam mencerdaskan generasi penerus dan memperkuat fondasi masa depan bangsa.Baca juga: 100 Link Download Twibbon Hari Guru 2025 yang Keren buat Dibagikan ke MedsosPeringatan Hari Guru Nasional sendiri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 oleh Presiden Soeharto.Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November sebagai bentuk penghormatan negara terhadap dedikasi para guru di seluruh Indonesia.Meski jatuh pada tanggal yang sama, Hari Guru Nasional dan HUT PGRI memiliki landasan sejarah yang berbeda.Hari Guru Nasional merupakan bentuk penghormatan negara terhadap profesi guru, berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994.Baca juga: Isi Teks Pidato Mendikdasmen di Hari Guru Nasional 2025, Ada Tunjangan GuruSementara itu, HUT PGRI merupakan peringatan berdirinya organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia pada 25 November 1945.Peringatan ini menjadi momentum organisasi profesi guru untuk memperkuat perjuangan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperjuangkan kesejahteraan para tenaga pendidik.KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Wahyu Kurniawan (pakaian PGRI tengah) guru honorer SMA Negeri 12 Kaur, berpose bersama rekan dan siswanya.Perjalanan panjang PGRI bermula pada 1912 melalui berdirinya PGHB (Persatuan Guru Hindia Belanda). Organisasi ini beranggotakan kepala sekolah, guru desa, guru bantu, hingga perangkat sekolah lainnya.Pada tahun 1932, PGHB berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini dianggap berani pada masa penjajahan Belanda karena penggunaan kata "Indonesia" dianggap sebagai bentuk perlawanan. Namun, perubahan tersebut justru menguatkan semangat nasionalisme para guru.Pada masa pendudukan Jepang, PGI dilarang beroperasi. Baru setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, para guru kembali berkumpul dan menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia pertama pada 24–25 November 1945 di Surakarta, Jawa Tengah.Baca juga: Lirik Lagu Hymne Guru, Dinyanyikan untuk Peringati Hari Guru NasionalKongres yang dipimpin tokoh-tokoh pendidikan seperti Amin Singgih dan Rh. Koesnan menghasilkan keputusan penting: berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945, tepat seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan.Melalui kongres tersebut, para guru sepakat untuk menghapus organisasi yang membedakan latar belakang daerah, pekerjaan, tamatan pendidikan, agama, politik, maupun suku.


(prf/ega)