21 Malam Tanpa Cahaya, Pengungsi Banjir Aceh Utara Bertahan dengan Lampu Teplok dan Lilin

2026-01-12 06:21:52
21 Malam Tanpa Cahaya, Pengungsi Banjir Aceh Utara Bertahan dengan Lampu Teplok dan Lilin
ACEH UTARA, – Pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh sudah 21 malam melewati malam gelap.Tanpa listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Mereka mengandalkan lampu teplok atau lilin sebagai pelita.Sejak 26 November 2025 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari listrik padam seiring air bah menghantam kabupaten itu.Baca juga: Percepat Pemulihan Aceh Utara, 1.000 Prajurit TNI Dikerahkan Bersihkan Lumpur Sisa BanjirDua daerah terparah yaitu Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara bahkan listrik belum pernah menyala semenit pun.“Beberapa hari ini mulai ada petugas PLN yang masuk ke wilayah Kecamatan Langkahan, sebelumnya tidak terlihat sama sekali,” kata M Hasan Ismail, pengungsi korban banjir per telepon, Rabu .Sejumlah tiang listrik tumbang disapu banjir di pedalaman Kabupaten Aceh Utara itu.Baca juga: Bupati Aceh Utara Ayahwa Tegas: Pejabat yang Liburan Akhir Tahun Bisa Disanksi!Dari total 23 desa di Kecamatan Langkahan, 22 desa terdampak banjir. Hanya Desa Sereukei yang tidak terendam banjir, namun tetap mengalami pemadaman listrik karena jaringan utama terputus.“Bagi yang kaya beli mesin generator untuk menghidupkan listrik. Bagi yang miskin ya lampu teplok,” katanya.Sisi lain, gerakan warga bantu warga pun berlaku di pedalaman itu. Bagi rumah warga yang memiliki mesin gerator, dijadikan sebagai lokasi pengecasan handphone.Baca juga: Update Data Banjir Aceh Utara, Korban Meninggal 166 Orang, Ribuan Rumah Rusak Berat“Agar kami bisa tetap mengirimkan pesan ke keluarga. Walau sinyalnya buruk sekali,” sebutnya.Cara lain, mereka harus pergi ke kecamatan tetangga yaitu Kecamatan Tanah Jambo Aye.“Sekalian beli bahan pangan atau keperluan lain, kami cas daya handphone di warung kopi Kecamatan Tanah Jambo Aye. Lain tidak ada solusi, PLN belum ada tanda-tanda kapan pulih,” terang Muhammad, pengungsi lainnya.Baca juga: Update Banjir Aceh: Korban Tewas 449 Jiwa, Terbanyak di Aceh UtaraDia berharap, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung pemulihan Aceh paskabanjir.“Jika bukan ditangan presiden, pasti kami akan lama menderita. Lihatlah tiga pekan, tenda tak ada, listrik tak menyala, dan sinyal handphone hilang seketika begitu masuk ke lokasi pengungsian,” pungkasnya.


(prf/ega)