Hari Juang Kartika TNI AD: Ini Sejarah dan Maknanya

2026-02-03 19:32:50
Hari Juang Kartika TNI AD: Ini Sejarah dan Maknanya
- Setiap 15 Desember, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memperingati Hari Juang Kartika. Sebuah momentum historis yang tidak lahir dari seremoni administratif, melainkan dari dentuman senjata, pengorbanan prajurit, dan tekad mempertahankan kemerdekaan Indonesia.Tanggal ini merujuk pada kemenangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dalam Pertempuran Ambarawa, yang berakhir pada 15 Desember 1945. Peristiwa tersebut kemudian menjadi tonggak penting perjalanan TNI AD, sekaligus simbol jati diri prajurit darat sebagai kekuatan rakyat yang lahir dari perjuangan kemerdekaan.Baca juga: Sejarah dan Perkembangan TNI Angkatan Laut dari Masa ke MasaSebelum dikenal sebagai Hari Juang Kartika, peringatan 15 Desember lebih dulu disebut Hari Infanteri. Penamaan ini berkaitan langsung dengan peran pasukan infanteri sebagai ujung tombak pertempuran darat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.Infanteri menjadi kekuatan utama TKR dalam menghadapi pasukan Sekutu Inggris dan unsur NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945.Seiring waktu, istilah Hari Juang Kartika digunakan untuk memperluas makna perjuangan tersebut, tidak hanya mencakup infanteri, tetapi seluruh matra Angkatan Darat sebagai satu kesatuan historis dan ideologis.Setelah Jepang menyerah pada Sekutu, Inggris datang ke Indonesia dengan dalih melucuti tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang. Namun, kedatangan pasukan Sekutu ke Semarang dan Ambarawa pada Oktober 1945 diboncengi kepentingan NICA.Situasi memanas ketika pasukan Inggris mempersenjatai kembali tentara Jepang dan membiarkan aktivitas NICA. Insiden bersenjata pecah di Magelang dan kemudian meluas ke Ambarawa, wilayah strategis yang menjadi penghubung Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta.Bagi Indonesia, jatuhnya Ambarawa berarti terbukanya jalan bagi kembalinya kekuasaan kolonial di Jawa Tengah dan Jawa bagian selatan.Baca juga: Sejarah Koopssus TNI, Pasukan Elite Gabungan Tiga MatraPertempuran Ambarawa berlangsung sengit sejak 20 November 1945. Pasukan TKR, dibantu laskar rakyat, menghadapi kekuatan Sekutu yang jauh lebih unggul dari segi persenjataan dan dukungan udara.Dalam pertempuran ini, Indonesia kehilangan salah satu perwira terbaiknya, Letnan Kolonel Isdiman, komandan pasukan dari Purwokerto, yang gugur pada 26 November 1945. Gugurnya Isdiman sempat mengguncang moral pasukan TKR.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-03 17:54