Awal Musim Hujan, DBD di Kota Yogyakarta Capai 249 Kasus

2026-01-16 10:02:56
Awal Musim Hujan, DBD di Kota Yogyakarta Capai 249 Kasus
YOGYAKARTA, - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mencatat ratusan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal musim penghujan.Sampai dengan pertengahan bulan November sudah ada 249 kasus.“Hingga pertengahan bulan November tercatat 249 kasus DBD,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, Selasa .Ia menambahkan bahwa catatan kasus ini menjadi perhatian khusus bagi Dinkes Kota Yogyakarta, mengingat puncak musim penghujan diprediksi pada Januari hingga Februari mendatang.Baca juga: Cerita Member Idol di Yogyakarta Tangkap Maling di IndekosnyaPada musim penghujan, identik dengan peningkatan populasi nyamuk Aedes Aegypti akibat kelembapan tinggi.Sebab itu, menurutnya perlu dilakukan upaya pencegahan secara masif dan serentak. Hal ini perlu agar angka kasus tidak semakin naik."Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya pencegahan secara masif dan serentak agar kasus tidak melonjak drastis," kata dia.Baca juga: Kendalikan Inflasi di Kota Yogyakarta, Kios Segoro Amarto Dikembangkan hingga KelurahanEndang menyebut, pencegahan DBD hanya bisa dilakukan lewat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta gerakan satu rumah juru pemantau jentik (jumantik) pada lingkungan tempat tinggal.Sementara untuk fogging, menurutnya, cenderung kurang efektif, karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak memberantas jentik.Endang menjelaskan, bahwa fogging merupakan langkah terakhir dalam menangani demam berdarah dengue. Selain itu, pihaknya juga mengatakan jika langkah ini tidak menjadi pilihan.Baca juga: Fenomena “Langit Bolong” di Atas Yogyakarta, Ini Penjelasan BMKG“Fogging menjadi senjata terakhir, dan sebenarnya tidak jadi pilihan,” jelas Endang.Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga tengah memperkuat sistem deteksi dini guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular.Beberapa penyakit menjadi fokus kewaspadaan karena berpotensi menyebar luas, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Yogyakarta. Salah satunya DBD."Beberapa di antaranya yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD), Leptospirosis, Difteri, Campak, Pertusis, Hepatitis, COVID-19, Pneumonia, dan ISPA," kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah pada Jumat .Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes memperkuat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta membangun jejaring kewaspadaan dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).Baca juga: Yogyakarta Waspadai DBD hingga COVID-19, Dinkes Perkuat Sistem Deteksi Dini SKDRTahap pertama implementasi SKDR melibatkan 18 puskesmas di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. Tahap kedua akan menyusul dengan melibatkan 20 rumah sakit, yang secara rutin melaporkan data mingguan untuk keperluan pemantauan dan analisis epidemiologi.Seluruh fasilitas kesehatan diminta agar menyusun tren mingguan penyakit potensial KLB untuk mendukung pengambilan keputusan cepat jika terjadi lonjakan kasus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-16 09:53