JAKARTA, - Nama Anggota Komisi I DPR RI Meireza Endipat Wijaya menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menyinggung soal donasi untuk korban banjir di Aceh."Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh. Jadi, yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana, padahal negara sudah hadir sejak awal dalam penanggulangan bencana," ujar Endipat dalam rapat kerja dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Senin .Baca juga: Pemerintah Kucurkan Rp 30 Juta Per Unit Hunian Sementara Korban BanjirEndipat juga mengeluarkan pernyataan soal "sok paling Aceh dan Sumatera" dalam rapat kerja tersebut.Pernyataannya kemudian viral di media sosial. Di tengah perhatian tersebut, profil Endipat lantas turut diperbincangkan oleh warganet.Adapun berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 26 Maret 2025 untuk periode laporan tahun 2024, Endipat Wijaya melaporkan total nilai aset tanah dan bangunan sebesar Rp 2,5 miliar.Berikut rincian kekayaan Endipat Wijaya, dikutip dari LHKPN KPK, Selasa :Endipat Wijaya tercatat memiliki tiga bidang tanah yang seluruhnya merupakan hasil sendiri, dengan rincian sebagai berikut:Baca juga: Kebun Sawit Bakal Dikembalikan Jadi Hutan Imbas Banjir SumateraSehingga, total nilai aset properti Endipta Wijaya mencapai Rp 2,5 miliar.Selain aset properti, Endipat Wijaya juga melaporkan kepemilikan sejumlah aset lain berupa alat transportasi, surat berharga, kas, dan harta bergerak lainnya.Berikut ringkasan harta kekayaan yang dilaporkan:Baca juga: Awas Mafia Tanah Bergentayangan, Incar Sawah Musnah akibat BanjirDengan demikian, total harta kekayaan Endipat Wijaya tercatat sebesar Rp 14,35 miliar tanpa adanya utang yang dilaporkan.Sementara diberitakan Kompas.com, dilansir dari laman resmi DPR dan Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya merupakan legislator kelahiran 31 Mei 1984.Ia merupakan lulusan Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2006. Setelah itu, Endipat diketahui lulus dari jurusan Manajemen Swiss German University pada 2019.Sebelum terjun ke politik, Endipat Wijaya diketahui pernah bekerja sebagai teknisi di Double A Group selama satu tahun. Setelah itu, ia hijrah ke Kalimantan Timur dengan bergabung PT Kaltim Prima Coal.Pada 2011, ia memutuskan terjun ke politik dengan bergabung bersama Partai Gerindra. Kini, pria kelahiran Bengkulu itu merupakan anggota DPR periode 2024-2029 dari daerah pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau.Endipat Wijaya berhasil meraih 105.413 suara atau yang tertinggi di dapil tersebut pada pemilihan umum (Pemilu) 2024.
(prf/ega)
Endipat Wijaya Singgung Donasi Banjir Aceh, Punya Harta Properti Rp 2,5 Miliar
2026-01-12 09:34:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:05
| 2026-01-12 07:38
| 2026-01-12 07:24
| 2026-01-12 07:12
| 2026-01-12 07:08










































