Orang Tua Korban Cerita Kronologi "Bullying" hingga Anaknya Luka Lebam di Ponpes Lamongan

2026-01-14 05:25:59
Orang Tua Korban Cerita Kronologi
SURABAYA, - Orang tua santri yang diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan dari teman kamarnya di salah satu pondok pesantren (ponpes) Lamongan, menceritakan kronologi terjadinya peristiwa itu.Winda Nurjannah (32), warga Surabaya, mengatakan awalnya mendapatkan telepon dari anaknya, FAS (14), Rabu . Santri tersebut mengaku sakit sehingga minta dijemput."Ditelepon, (katanya) bunda aku minta pulang soalnya ini sakit panas. Enggak berani ngomong anak saya, enggak tahu ada apa," ucap Winda, saat ditemui di rumahnya, Selasa .Kemudian, Winda yang merasa ada kejanggalan memutuskan langsung mendatangi ponpes tersebut. Akhirnya, dia baru mengetahui sejumlah tubuh anaknya ada luka lebam.Baca juga: Cerita Santri Korban Bullying dan Kekerasan Fisik di Ponpes Lamongan"Kaget saya, hancur, sudah sakit semua, kok anak saya bisa lebam semua kayak begini. Salahnya apa? Apa kok gitu? Kok separah ini, siapa yang melakukan? Anak saya nggak ngomong," ucapnya.Winda pun minta keterangan dari pihak pengelola ponpes terkait luka yang dialami anaknya itu. Dia mendapatkan penjelasan pelaku ya adalah salah satu teman kamarnya, RR (14)."Saya kira itu satu kali tonjokan gitu. Saya enggak tahu kalau banyak banget pukulan itu. Sampai nyawanya itu hampir tidak tertolong kalau misalnya enggak ada yang melerai," jelasnya.Lebih lanjut, Winda baru mengetahui, penyebab anaknya mengalami kekerasan adalah bertanya perihal barangnya yang hilang. Namun, RR tidak terima hingga terjadinya peristiwa itu.Baca juga: Peduli Santri Berprestasi dan Kurang Mampu, Walkot Agung Luncurkan Program Beasiswa Santri Pekanbaru"Kebetulan waktu itu ada di jemuran si RR ini, anak saya enggak niat berantem, enggak niat berkelahi. Anak saya hanya tanya 'ini bajuku kenapa kamu ambilin terus?' Sering dikerjain begitu," ucapnya."Malah membabi buta, malah nantang, malah mengolok-olok 'banci, kamu itu takut. Aku itu enggak sengaja', padahal memang ada video CCTV-nya juga kalau memang dia yang mengambil," tambahnya.Winda sendiri telah melaporkan perkara tersebut ke aparat kepolisian, Kamis . Dia mengaku, hanya berharap pelaku dikeluarkan dari ponpes tersebut agar tidak terulang.Diberitakan sebelumnya, sempat ramai di dunia sosial (medsos) dugaan perundungan dan kekerasan fisik yang dialami seorang santri di salah satu Ponpes yang ada di Kabupaten Lamongan.Dalam video yang beredar, tampak seorang santri memakai baju putih, menghampiri santri lain yang mengenakan kaus hitam.Baca juga: 71 Santri dan Siswa di Sumbawa Barat Diduga Keracunan MBG, Dapur SPPG Ditutup Sementara Dalam keterangan pada video itu, korban berniat menegur karena barang-barangnya kerap diambil. Kedua santri tersebut sempat adu mulut, hingga akhirnya terjadi kontak fisik.Orang tua santri yang menjadi korban tidak terima anaknya mengalami luka lebam akibat dugaan kekerasan tersebut.Mereka lalu melaporkan kejadian tersebut kepada jajaran Polres Lamongan."Polres Lamongan telah menerima pengaduan, tentang dugaan terjadinya tindak kekerasan di sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang berada di Kabupaten Lamongan," ujar Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid, Rabu .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-14 03:04