Dirjen Adwil Turun ke Rembele, Pastikan Bantuan Cepat Tersalur

2026-02-04 23:21:04
Dirjen Adwil Turun ke Rembele, Pastikan Bantuan Cepat Tersalur
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, turun langsung mengawal kedatangan dan pendistribusian bantuan logistik bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Safrizal memantau proses distribusi melalui Bandara Rembele, Selasa (2/12).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dari pemerintah pusat tersalurkan cepat dan tepat sasaran. Di Bandara Rembele, Safrizal menggelar pertemuan konsolidasi bersama Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah."Penanganan bencana tidak mungkin dilakukan satu pihak. Pemerintah pusat tidak bisa sendiri, pemerintah daerah juga tidak bisa sendiri. Semua harus bergerak bersama untuk memastikan warga cepat tertolong, tidak ada satupun yang ditinggalkan," tegas Safrizal dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).Safrizal tiba di Bener Meriah bersama Gubernur Aceh menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut. Ia menyebut kedatangan langsung ini untuk memvalidasi kebutuhan riil di lapangan sekaligus memberikan arahan percepatan distribusi bantuan ke Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah."Logistik yang tiba di Rembele dibagi dua, sebagian untuk Aceh Tengah dan sebagian lagi untuk Bener Meriah. Itu bentuk nyata kerja bersama, karena Kabupaten Aceh Tengah tidak ada bandara yang memadai sehingga dikirim melalui Rembele," ujar Safrizal.Melihat masih terputusnya jaringan komunikasi, Kemendagri juga memberikan bantuan tambahan berupa perangkat jaringan internet portabel untuk Pemkab Bener Meriah."Selain bantuan logistik makanan yang disampaikan Gubernur Aceh, turut pula disampaikan bantuan Kemendagri berupa alat jaringan internet portabel untuk menembus ketiadaan sinyal. Informasi menjadi kunci dalam penanganan bencana," jelasnya.Safrizal menegaskan penguatan ketahanan daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan tata kelola pemerintahan, kapasitas fiskal, dan partisipasi masyarakat."Kunci keberhasilan penanganan bencana adalah kolaborasi. Bencana tidak bisa ditangani sendiri, hanya bisa diatasi jika semua bergerak bersama. Tidak boleh ada kata menyerah untuk kepentingan rakyat," tutupnya. Tonton juga video "Reaksi Korban soal Status Banjir Sumatera Belum Jadi Bencana Nasional"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-04 21:36