Atlet Jateng Borong 43 Medali pada SEA Games 2025, Berikut Daftarnya

2026-02-01 14:00:50
Atlet Jateng Borong 43 Medali pada SEA Games 2025, Berikut Daftarnya
SEMARANG, - Sebanyak 63 atlet dari Jawa Tengah berhasil mengukir prestasi gemilang di ajang SEA Games 2025 Thailand.Mereka sukses memboyong total 43 medali dari 26 cabang olahraga yang diikuti.Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, perjuangan maksimal para atlet telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi Garuda di pesta olahraga multievent terbesar se-Asia Tenggara."Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya, untuk para atlet dan pelatih atas perjuangan yang diberikan untuk Indonesia. Kami bangga dan bersyukur dengan perolehan 12 emas, 14 perak dan 17 perunggu untuk kontingen Merah-Putih," ujar Sujarwanto, Minggu . Baca juga: Atlet Sulteng Raih Medali Perunggu SEA Games Thailand 2025, Gubernur dan KONI Beri ApresiasiPernyataan tersebut disampaikan Sujarwanto dalam acara penyambutan atlet pencak silat andalan asal Jawa Tengah, Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya, yang meraih medali emas di SEA Games 2025.Acara penyambutan berlangsung di Stasiun Tawang Semarang pada Minggu. Atlet asal Kota Semarang tersebut disambut hangat dengan pengalungan bunga oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum KONI Jawa Tengah Dwi Yasmanto, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Semarang Joko Santoso, dan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono.Sujarwanto, yang juga menjabat sebagai Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Provinsi Jateng, menambahkan bahwa pencak silat merupakan salah satu dari empat cabang olahraga unggulan Jawa Tengah.Atlet-atlet dari cabang ini kerap diandalkan Indonesia untuk mendulang medali di berbagai ajang internasional.Empat cabang olahraga unggulan Jawa Tengah tersebut adalah wushu, menembak, panahan, dan pencak silat."Di empat cabang unggulan itu, berkat bimbingan para pelatih, atlet-atlet asal Jawa Tengah mampu meraih medali, baik emas, perak dan perunggu. Berkat kontribusi medali dari mereka, membuat pencak silat, wushu, menembak dan panahan mengoleksi medali terbanyak atau menjadi Juara Umum SEA Games 2025 di masing-masing cabor," ungkapnya.Sementara itu, Kepala Disporapar Jateng, Masrofi, menyatakan bahwa kesuksesan para atlet Jawa Tengah tidak lepas dari pembinaan yang baik serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan olahraga."Rencananya Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) dalam waktu dekat, akan mengagendakan acara silaturahmi dengan para atlet dan pelatih Jawa Tengah yang baru saja menyelesaikan tugas memperkuat Kontingen Nasional," ujar Masrofi.Data resmi menunjukkan, total perolehan medali dari atlet-atlet asal Jawa Tengah hingga SEA Games 2025 berakhir adalah 43 medali.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-01 13:24