Kata Uskup Agung Jakarta Melihat Para Kepala Daerah Ditangkap KPK

2026-01-16 15:52:57
Kata Uskup Agung Jakarta Melihat Para Kepala Daerah Ditangkap KPK
JAKARTA, - Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, menyoroti penangkapan pejabat pemerintahan, mulai dari bupati hingga gubernur yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK sepanjang 2025.Dengan ditangkapnya bupati hingga gubernur itu, Kardinal Suharyo menilai bahwa jabatan yang mereka emban tidak diwujudkan untuk kebaikan bersama."Kalau sekarang kita membaca berita-berita, melihat televisi hari-hari ini, sudah sekian kali kita membaca berita bupati ini ditangkap KPK, gubernur itu, dan sebagainya. Ini kan artinya jabatannya tidak untuk mewujudkan kebaikan bersama, dia harus bertobat," ucap Kardinal Suharyo saat konferensi pers di Gereja Katedral, di Jakarta Pusat, Kamis .Baca juga: Rentetan OTT Kepala Daerah: Mandeknya Pencegahan KorupsiPada bulan September lalu, Kardinal Suharyo pernah menyerukan bahwa bangsa ini membutuhkan pertobatan nasional."Semua, mesti bertobat. Mengembalikan cita-cita kemerdekaan kita yang terumuskan dalam Pancasila, yang terumuskan di dalam Undang-Undang Pembukaan, Undang-Undang Dasar 45, itu pertobatan nasional," jelas dia.Baca juga: OTT Kepala Daerah: Terus Menangkap atau Mulai Mencegah?Pada dasarnya, Kardinal Suharyo meminta semua pihak untuk melakukan pertobatan batin, memuliakan Allah, dan membaktikan hidup bagi Tuhan."Tuhan itu artinya bagi tanah air, bagi sesama bangsa," tuturnya.Lebih lanjut, Kardinal Suharyo mengingatkan bahwa manusia mesti berbakti kepada Allah agar dapat menjalankan amanah ketika diberi kesempatan untuk menjabat."Baktinya itu kan harus konkret ya. Jadi misalnya, siapapun yang berada di dalam posisi katakanlah jabatan-jabatan suatu lembaga, kalau dia diberi kesempatan untuk menjabat, harapannya tidak menduduki jabatan tetapi mengemban amanah," ucapnya.Mengemban amanah dan menduduki jabatan menurut Kardinal adalah hal yang sangat berbeda."Beda, ketika saya menduduki jabatan itu, saya menggunakan jabatan itu kepentingan saya sendiri. Tetapi ketika saya memangku jabatan, jabatan itu saya pangku untuk kebaikan bersama," imbuh dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 14:35