Diterjang Topan Fung-Wong setelah Kalmaegi, Mengapa Filipina Rawan Badai Besar?

2026-01-11 15:21:55
Diterjang Topan Fung-Wong setelah Kalmaegi, Mengapa Filipina Rawan Badai Besar?
- Filipina menghadapi dua bencana besar dalam waktu berdekatan. Belum lama ini, topan Fung Wong menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai puluhan warga Filipina.Bencana itu terjadi hanya beberapa hari setelah Topan Kalmaegi menelan lebih dari 200 korban jiwa.Pemerintah mengevakuasi lebih dari 1,4 juta orang sebelum badai mendarat. Namun, curah hujan ekstrem dan angin hingga 230 kilometer per jam tetap merusak ribuan rumah dan memutus listrik di sejumlah provinsi.Lantas, bagaimana situasi Filipina usai diterjang 2 topan? Mengapa negara tetangga Indonesia itu kerap mengalami badai hebat?Baca juga: Deteksi Siklon Tropis Fung-Wong di Laut Filipina, BMKG Ungkap Dampaknya bagi IndonesiaDilansir dari Anadolu Agency, Rabu , Topan Fung Wong, atau Uwan secara lokal, menerjang wilayah Luzon sejak Minggu malam. Badan meteorologi Filipina mencatat kecepatan angin mencapai 185 kilometer per jam dengan hembusan maksimum 230 kilometer per jam.Pemerintah melaporkan 27 korban meninggal di 10 provinsi dan dua orang masih hilang. Sekitar 2,4 juta orang terdampak di 15 wilayah, termasuk Luzon, Visayas, dan Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM).Lebih dari 800 ribu warga kini berlindung di 11.800 pusat evakuasi. Badai juga merusak jembatan, jalan raya, serta jaringan air dan listrik di puluhan kota.Baca juga: Topan Kalmaegi Terjang Filipina, 52 Orang Tewas, Helikopter Penyelamat TerjatuhTopan Kalmaegi sebelumnya telah menewaskan lebih dari 200 orang pada awal November 2025.Hanya berselang seminggu, siklon tropis Fung Wong memperparah kondisi pemulihan di wilayah yang sama.Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) menilai rangkaian bencana ini bukan kejadian rutin."Ini pengingat keras tentang meningkatnya risiko iklim dan seismik yang dihadapi negara-negara rentan. Dukungan darurat sangat dibutuhkan untuk mencegah korban lebih banyak dan membantu pemulihan," bunyi keterangan IFRC, dikutip dari BBC, Selasa .Baca juga: Topan Bualoi Terjang Vietnam, 13 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Rusak


(prf/ega)