JAKARTA, – Upaya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membangun kehadiran digital kian terlihat sepanjang 2025. Kebutuhan akan kanal daring yang praktis dan terintegrasi mendorong meningkatnya pemanfaatan microsite sebagai etalase usaha sekaligus sarana menjangkau konsumen.Sepanjang tahun 2025, penggunaan microsite berkembang pesat seiring meningkatnya jumlah pelaku usaha dan kreator yang mengandalkan platform digital lokal. Salah satu platform mencatat telah digunakan oleh 1,9 juta pengguna, dengan rata-rata kunjungan mencapai 150 juta per bulan.Microsite banyak dimanfaatkan UMKM sebagai situs instan untuk menampilkan profil usaha, produk, layanan, hingga kanal komunikasi pelanggan. Kemudahan pembuatan tanpa keahlian teknis membuat model ini dipilih sebagai solusi cepat membangun identitas digital, terutama bagi pelaku usaha yang mengandalkan promosi lewat media sosial.Selain UMKM, kreator digital juga semakin aktif memanfaatkan fitur toko daring untuk menjual produk digital. Sepanjang 2025, penjualan produk seperti e-book, template, video premium, kelas online, hingga file desain dilakukan melalui sistem yang memungkinkan proses pembayaran dan pengiriman file secara otomatis.Baca juga: Dorong Pengembangan Pelaku Usaha, Peruri Gelar Festival UMKMDirektur S.id Dimaz Maulana mengatakan, kebutuhan kreator terhadap sistem monetisasi yang sederhana menjadi salah satu pendorong pertumbuhan layanan tersebut.“S.id Shop adalah langkah kami untuk memberikan solusi digital yang lengkap dan memudahkan creator Indonesia dalam memonetisasi konten digital mereka,” ujar Dimaz Maulana dalam keterangan tertulis, Selasa .Ia menambahkan, besarnya ekosistem kreator di Indonesia membuka peluang pengembangan bisnis digital yang lebih luas dan terstruktur. Menurutnya, integrasi antara profil digital dan fitur penjualan menjadi kebutuhan yang semakin relevan.Di sisi lain, penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui berbagai kegiatan literasi. Sepanjang 2025, platform ini terlibat dalam workshop, pelatihan UMKM, serta kolaborasi dengan komunitas bisnis di sejumlah daerah, termasuk Bandung, Sumedang, Garut, dan Depok. Kegiatan serupa juga menyasar pelajar dan mahasiswa di berbagai kota.Baca juga: Dorong Akses Ekspor UMKM, DHL Express Buka Dua Service Point di JatimProgram edukasi turut digelar di sekolah-sekolah hingga ke Medan, Sumatera Barat, Cilegon, dan Bandung. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Bina Nusantara, Universitas 45 Jakarta, Universitas Satya Negara Indonesia, Universitas Narotama, Universitas Ma’Soem, Politeknik Digital Boash Indonesia, dan Universitas Udayana menjadi lokasi sosialisasi literasi digital.Memasuki 2026, pengembangan layanan digital disebut akan difokuskan pada peningkatan teknologi microsite dan shortlink. Penguatan fitur berbasis kecerdasan buatan dirancang untuk membantu pengguna memahami performa kampanye digital secara lebih terukur, sekaligus mempermudah pengelolaan identitas daring.Dengan tren adopsi digital yang terus meluas, kebutuhan UMKM dan kreator terhadap solusi daring yang praktis diperkirakan tetap menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi digital nasional.
(prf/ega)
UMKM Makin Agresif Masuk Digital, Microsite Jadi Andalan 2025
2026-01-12 10:04:06
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:09
| 2026-01-12 09:20
| 2026-01-12 09:11
| 2026-01-12 08:30
| 2026-01-12 08:28










































