Rendahnya Nilai TKA: Kegagalan Sistemik Pendidikan Indonesia

2026-01-15 12:21:34
Rendahnya Nilai TKA: Kegagalan Sistemik Pendidikan Indonesia
RENDAHNYA hasil Tes Kemampuan Akademik SMA 2025 tentu menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat pendidikan Indonesia. Hampir semua pelajaran nilai rata-ratanya rendah.Bahkan, nilai Matematika 36,1 dan Bahasa Inggris 24,93 tergolong sangat rendah (Kompas, 22/12/2025).Fakta tersebut menunjukkan sebagian besar siswa belum mencapai kompetensi akademik minimal.Fenomena ini memperkuat temuan asesmen nasional dan hasil PISA Indonesia. OECD melalui PISA Results 2022 mencatat skor Indonesia masih di bawah rata-rata global. Masalah ini bersifat sistemik dan berulang, bukan sekadar kejadian insidental.Permasalahannya bukan sekadar rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik, melainkan makna evaluatif di balik angka tersebut.Dalam teori evaluasi pendidikan, hasil belajar mencerminkan kualitas tujuan, proses, dan sistem penilaian pembelajaran.Benjamin Bloom 91956) melalui Taxonomy of Educational Objectives menegaskan keterkaitan tujuan, strategi pembelajaran, dan asesmen. Ketika mayoritas siswa memperoleh nilai rendah, kondisi ini menunjukkan kegagalan sistemik.Baca juga: Ketika Kelas Tak Lagi MengajarKegagalan tersebut bukan semata kegagalan individual peserta didik. Penilaian pendidikan tidak pernah sepenuhnya netral. Penilaian dipengaruhi desain kurikulum, metode mengajar, dan konteks belajar siswa.Oleh karena itu, rendahnya nilai TKA merefleksikan persoalan kolektif pendidikan nasional. Tanggung jawab perbaikan berada pada seluruh ekosistem pendidikan.Penyebab rendahnya capaian Tes Kemampuan Akademik berakar pada lemahnya fondasi literasi dan numerasi sejak pendidikan dasar.Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim menegaskan, kemampuan membaca bermakna dan bernalar matematis belum terbentuk kuat.Pernyataan ini sejalan dengan laporan OECD melalui PISA Results 2022. Laporan tersebut menunjukkan skor literasi dan numerasi Indonesia masih di bawah rata-rata OECD.Jean Piaget dalam teori perkembangan kognitif menekankan pembelajaran berlangsung bertahap dan berkesinambungan.Pembelajaran mengikuti perkembangan struktur berpikir anak. Ketika tahap awal tidak tercapai optimal, kemampuan berpikir lanjutan terhambat.Kondisi ini membuat siswa kesulitan memahami soal kontekstual dan analitis. Kelemahan fondasional tersebut terbawa hingga jenjang SMA. Dampaknya tercermin jelas pada rendahnya nilai TKA.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 12:02