PURWOREJO, – Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Muh Dahlan, mengungkapkan bahwa faktor ekonomi dan kondisi keluarga yang tidak harmonis (broken home) menjadi penyebab utama tingginya angka anak putus sekolah di wilayah tersebut.Menurut Dahlan, sebagian besar anak yang berhenti sekolah disebabkan oleh ketidakmampuan orang tua dalam membiayai pendidikan.Selain itu, persoalan rumah tangga juga turut memengaruhi psikologis anak hingga akhirnya enggan melanjutkan sekolah.“Banyak yang putus sekolah karena benar-benar tidak ada biaya. Ada juga karena kondisi keluarga yang bermasalah, sehingga anaknya tidak punya semangat untuk sekolah,” ujar Dahlan pada Kamis .Baca juga: Ada 8.000 Anak Putus Sekolah di Purworejo, Beasiswa DisiapkanIa secara khusus menyoroti persoalan di jenjang SMA dan SMK, di mana beban biaya pendidikan, terutama untuk praktik kejuruan, tergolong cukup tinggi.Bahkan, pihaknya pernah menangani kasus seorang siswa SMK yang terpaksa berhenti sekolah karena menunggak biaya hingga jutaan rupiah.“Siswa tersebut sempat hampir satu bulan tidak masuk sekolah karena tidak mampu melunasi tunggakan. Kami kemudian memfasilitasi ke dinas terkait dan juga menghubungkan dengan Baznas. Alhamdulillah sekarang sudah bisa sekolah kembali,” jelasnya.Dahlan menegaskan, persoalan anak putus sekolah harus menjadi perhatian bersama, khususnya pemerintah daerah.Ia menilai negara wajib hadir untuk memastikan setiap anak tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.“Kami akan terus mendorong pemerintah agar lebih aktif turun tangan dalam menyelesaikan persoalan anak putus sekolah ini,” tegasnya.Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Muh Dahlan, mengungkapkan bahwa jumlah anak putus sekolah di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 8.000 anak.Data tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Hal ini membuat Kabupaten Purworejo masih banyak anak tak melanjutkan sekolah.Hal itu disampaikan Dahlan usai menghadiri kegiatan penyerahan simbolis beasiswa bagi anak putus sekolah yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo. Ia mengaku terkejut dengan besarnya angka tersebut.“Terus terang saya kaget. Jumlah 8.000 anak putus sekolah ini sangat besar. Padahal pendidikan merupakan urusan wajib pemerintah,” ungkap Dahlan, Kamis .Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Purworejo saat ini telah memiliki Peraturan Bupati sebagai landasan hukum untuk menangani persoalan anak putus sekolah melalui program pemberian beasiswa pendidikan.
(prf/ega)
Dua Penyebab Utama Anak Putus Sekolah di Purworejo
2026-01-13 00:45:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 00:45
| 2026-01-13 00:17
| 2026-01-13 00:13
| 2026-01-13 00:00
| 2026-01-12 23:54










































