BANDUNG, - Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah cepat untuk menangani bencana banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, pemerintah daerah akan segera mengeksekusi sejumlah proyek infrastruktur strategis, mulai dari normalisasi sungai hingga pengetatan aturan drainase perumahan.Salah satu fokus utama penanganan banjir adalah normalisasi Sungai Cipamokolan Lama di kawasan Tegalluar sepanjang 2,7 kilometer.“Pinggir kiri dan kanannya itu jalan provinsi, tetap mau digali dan diperlebar minimal 2 hingga 3 meter. Kami juga akan membangun gorong-gorong baru karena selama ini aliran dari kawasan industri terhambat akibat tidak adanya saluran,” ujar Dadang saat ditemui, Kamis .Baca juga: Soal Pakan Satwa Bandung Zoo, Farhan Ungkap Pemerintah Pusat Siap Turun Tangan, Tanggapi PegawaiDadang menjelaskan, proyek tersebut akan mencakup pengerukan dan pelebaran alur sungai guna meningkatkan kapasitas tampung air saat curah hujan tinggi.Ia menambahkan, Pemkab Bandung telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat terkait pembagian kewenangan pelaksanaan proyek.Pemkab Bandung akan menanggung pembangunan deker atau drainase beton melalui APBD Kabupaten Bandung, sementara perbaikan jalan di sepanjang sungai diharapkan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.Selain normalisasi di Tegalluar, Pemkab Bandung juga bersiap mengeksekusi proyek penanggulangan banjir di wilayah Sukabirus.Dadang menargetkan proses tender proyek tersebut dapat dilakukan pada Desember ini setelah evaluasi dari Gubernur Jawa Barat selesai.“Artinya, Januari sudah bisa proses konstruksi. Kita akan percepat terus supaya penanggulangan bencana ini berjalan efektif, meski dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran APBD,” tuturnya.Sebagai langkah jangka panjang, Dadang menyebutkan pihaknya tengah menyiapkan regulasi baru berupa Peraturan Bupati atau penyesuaian Rencana Tata Ruang.Aturan tersebut nantinya akan mewajibkan setiap pengembang perumahan menyediakan embung atau bak penampungan air di setiap unit rumah.“Saya sudah membuat analisa hasil kajian. Ke depan, minimal setiap rumah itu ada embung-embung. Ini akan saya tuangkan dalam keputusan Bupati atau aturan tata ruang agar langkah antisipasi banjir ini permanen,” tegas Dadang.Langkah tersebut diambil dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan berbagai pihak guna memastikan upaya mitigasi bencana banjir di Kabupaten Bandung dapat berjalan secara komprehensif meski dengan keterbatasan anggaran.
(prf/ega)
Atasi Banjir, Pemkab Bandung Percepat Normalisasi Sungai Cipamokolan
2026-01-12 09:13:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:10
| 2026-01-12 08:14
| 2026-01-12 07:45
| 2026-01-12 07:39
| 2026-01-12 06:56










































