Jelang Innoprom 2026, Menperin Pacu Penyelesaian MoU dengan Rusia

2026-01-12 06:49:54
Jelang Innoprom 2026, Menperin Pacu Penyelesaian MoU dengan Rusia
– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi industri di kancah global melalui kunjungan kerja Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita ke Moscow, Rusia, Senin . Kunjungan tersebut berfokus pada percepatan penandatanganan sejumlah kesepakatan kerja atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua negara.“Kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia merupakan fondasi utama dalam upaya meningkatkan daya saing industri dalam negeri ke tingkat global,” ujar Agus dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Langkah tersebut, lanjut dia, sekaligus menandai komitmen kami memperkuat hubungan dengan negara mitra strategis yang berorientasi pada kolaborasi jangka panjang.Sebagai bagian dari agenda kunjungan, Agus menghadiri pertemuan bilateral dengan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov.Baca juga: IHSG Dibuka Menguat Tipis di Awal Perdagangan Hari Ini, Sentuh 8.653Pertemuan itu tidak hanya membahas percepatan penyelesaian MoU, tetapi juga mengidentifikasi sejumlah potensi kolaborasi baru yang dapat dikembangkan kedua negara.Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan industri Indonesia–Rusia. Komitmen percepatan penyelesaian MoU dinilai sebagai langkah krusial untuk memperkokoh kerja sama yang berkelanjutan.“Kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia memasuki babak baru yang lebih konkret dan terarah. Berbagai topik bilateral telah kami bicarakan, seperti penguatan kerja sama pada sektor industri manufaktur, halal, teknologi nirawak, dan lainnya,” kata Agus.Ia menambahkan, penandatanganan dan finalisasi MoU ini menjadi landasan penting untuk memperluas kolaborasi teknologi, riset, dan peningkatan daya saing industri nasional.Salah satu capaian utama dari pertemuan tersebut adalah disepakatinya dua perjanjian kerja sama, yakni MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos dan MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding.Baca juga: Menteri P2MI Teken MoU dengan 3 Gubernur, Upaya Realisasikan Quick Win Presiden PrabowoAdapun MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding mengatur kerja sama di sektor industri galangan kapal. Melalui perjanjian ini, pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat memberi manfaat signifikan bagi pengembangan industri galangan kapal di Indonesia maupun Rusia.Sementara itu, MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos mencakup kolaborasi penelitian ilmiah mengenai penggunaan krisotil yang aman.Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, dua tenaga laboratorium asal Indonesia telah mengikuti pelatihan yang didukung Pemerintah Rusia pada September 2024.Agus menegaskan bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan sektor industri manufaktur dan sumber daya manusia (SDM) industri, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Rusia.Lebih lanjut, pertemuan bilateral itu juga meninjau tindak lanjut hasil Sidang Komisi Bersama Indonesia–Rusia, terutama dalam working group on trade, investment, and industry.Baca juga: DPR Sahkan UU Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Rusia


(prf/ega)

Berita Terpopuler