Ladang Gas Emirat di Irak Diserang Drone, Jaringan Listrik Kurdistan Kolaps

2026-02-05 14:14:11
Ladang Gas Emirat di Irak Diserang Drone, Jaringan Listrik Kurdistan Kolaps
BAGDAD, – Sebuah serangan drone menghantam fasilitas gas alam Khor Mor di wilayah otonomi Kurdistan, Irak, pada Rabu malam. Insiden ini menyebabkan gangguan serius pada pasokan listrik di kawasan tersebut.“Pukul 23.30, sebuah pesawat nirawak menyerang fasilitas ladang gas Khor Mor, memutus semua pasokan gas ke pembangkit listrik,” demikian pernyataan resmi otoritas sumber daya alam dan kelistrikan wilayah Kurdistan, seperti dilansir AFP.Akibat serangan tersebut, aliran listrik ke sejumlah wilayah di Kurdistan terganggu.Baca juga: Pemilu Irak 2025: Pertarungan Ketat Antara Faksi Syiah dan SunniKoresponden AFP melaporkan pemadaman listrik meluas hingga ke kota besar seperti Sulaimaniyah.Fasilitas Khor Mor, yang dikelola oleh perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Dana Gas, memasok sebagian besar kebutuhan listrik di wilayah itu. Lokasinya berada di antara kota Kirkuk dan Sulaimaniyah.Juru bicara otoritas kelistrikan regional, Omed Ahmed, menyebut serangan itu berdampak signifikan terhadap jaringan listrik."Serangan tersebut mengakibatkan hilangnya 2.600 megawatt listrik, mengganggu 80 persen pasokan listrik di wilayah Kurdistan," ujar Omed Ahmed.Menurut sumber keamanan, drone tersebut menargetkan tangki penyimpanan gas, yang memicu ledakan besar dan kebakaran hebat di area fasilitas.Hingga Kamis pagi, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Pemerintah daerah setempat menyatakan tengah berkoordinasi dengan Dana Gas untuk menyelidiki insiden ini dan mempercepat pemulihan operasional fasilitas.Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.Ladang gas Khor Mor bukan kali ini saja menjadi sasaran. Dalam beberapa tahun terakhir, lokasi ini kerap mendapat serangan roket dan drone tidak dikenal.Pada April 2024, serangan drone di fasilitas yang sama menewaskan empat pekerja asal Yaman.Awal 2025, wilayah Kurdistan juga mengalami rentetan serangan drone, sebagian besar menargetkan ladang minyak dan fasilitas energi lainnya.Baca juga: Irak Diguncang Serangan Drone, Bandara dan Ladang Minyak Jadi SasaranIrak, termasuk wilayah otonomi Kurdistan, telah lama bergulat dengan ketidakstabilan keamanan.Fasilitas vital seperti ladang gas dan infrastruktur energi kerap menjadi sasaran pihak-pihak bersenjata yang tidak diketahui identitasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-05 14:28