JAKARTA, - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan akan mulai menggelar tender proyek waste to energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada 6 November mendatang. Managing Director, Investment Danantara, Stefanus Ade mengatakan, tender akan digelar untuk proyek batch pertama di 7 kota. “Dan, kalau dari 7 ini, kalau semua yang sudah siap, tanggal 6 November besok, dalam beberapa hari lagi, kita akan mulai tender di 7 up to 7 cities ini,” kata Stefanus dalam media briefing di Kompleks Kantor Danantara, Jakarta, Senin .Stefanus berharap, ketujuh kota itu sudah siap untuk memulai proyek energi baru terbarukan tersebut.Baca juga: Danantara: TOBA Sudah Declaire Tak Ikut Proyek Sampah Jadi Listrik Jika tidak, Danantara bakal memulai proyek itu terlepas berapa sampah dan lahan yang tersedia. “Kalau enggak ya kita mulai dengan berapapun yang menurut kita memang lahannya sudah siap dan sampahnya memang cukup, 4, 5, 6, atau 7 kota kita mulai tender,” tutur Stefanus. Menurutnya, setelah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Tahun Nomor 109 Tahun 2025, Kementerian Koordinator bidang Pangan (Kemenko Pangan) bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) langsung bergerak mengkaji kota-kota yang ingin mengikuti proyek WTE. Baca juga: Danantara Sebut Satu Proyek Waste to Energy Butuh Dana Rp 3,3 Triliun Dari hasil kajian itu, diputuskan 7 kota yang bisa menjadi tempat proyek WTE Danantara. Adapun ketujuh kota itu adalah Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bogor, Tangerang Raya, Semarang, Bekasi Raya, serta Medan Raya. “Sudah keluar 7 kota pertama, dan ini nanti jalan terus. Mereka langsung in parallel mereview kota-kota berikutnya, karena targetnya ya sebanyak mungkin,” ucap Stefanus. Ia menyebut, saat ini sudah terdapat 24 perusahaan asing yang lolos seleksi Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) proyek PSEL atau WTE.Baca juga: Danantara Mau 30 Persen Saham di Tiap Proyek Sampah Jadi Energi Mereka selanjutnya diminta membentuk konsorsium dengan pihak swasta lokal, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Jadi, bisa ada 7 konsorsium yang menang, kita juga enggak mau satu konsorsium bisa menang terlalu banyak, nanti kita akan tentukan, karena kita mau juga ada risk management yang baik, jadi 7 kota, kalau semuanya lewat, kita akan melakukan tender serempak dimulai tanggal 6 November,” kata dia. Diketahui, pemerintah melalui Danantara telah mencanangkan program WTE yang ditargetkan akan direalisasikan di 33 daerah. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani menyebut, proyek WTE ini membutuhkan investasi sebesar Rp 91 triliun. “Mungkin total investasinya itu mencapai kurang lebih Rp 91 triliun. Rp 91 triliun untuk kurang lebih di 33 daerah itu,” ujar Rosan dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta, Jumat .Baca juga: 107 Investor Minat Garap Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrk
(prf/ega)
Danantara Mulai Tender Proyek Sampah Jadi Listrik (WTE) 6 November
2026-01-12 08:26:10
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:45
| 2026-01-12 07:14
| 2026-01-12 06:13
| 2026-01-12 05:56










































