HONG KONG, - Warga Hong Kong ramai-ramai memboikot pemilihan umum (pemilu) yang digelar pada Minggu , sebagai lampiasan amarah atas kebakaran apartemen yang menewaskan 159 orang.Akibatnya, jumlah pemilih dalam pemilu legislatif kali ini hampir mencapai rekor terendah, hanya selisih tipis dengan angka partisipasi terminim sejak kembali ke pemerintahan China pada 1997.Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hong Kong melaporkan tingkat partisipasi 31,9 persen, nyaris menyamai 30,2 persen pada pemilu 2021.Baca juga: Kontroversi Kebakaran Apartemen Hong Kong, Kontraktor Diduga Pakai Jaring Tak AmanAdapun jumlah pemilih terdaftar dalam pemilu legislatif tahun ini tercatat 4,13 juta orang. Angka ini menurun untuk tahun keempat beruntun sejak mencapai puncaknya pada 2021 dengan 4,47 juta pemilih terdaftar.Ketua KPU Hong Kong David Lok menyebutkan, tragedi kebakaran turut memengaruhi suasana sosial kota.“Kondisi ini membuat penyelenggaraan pemilu menjadi sangat sulit,” ujarnya dalam konferensi pers pada Senin dini hari, dikutip dari Reuters.Pemerintah berupaya meningkatkan partisipasi dengan memperpanjang jam pemungutan suara dan menambah TPS baru, tetapi tidak membuahkan hasil.Dalam sistem pemilu baru setelah revisi undang-undang pemilu 2021, hanya 20 dari 90 kursi Dewan Legislatif yang dipilih langsung oleh rakyat.Sisanya diisi melalui komite pemilihan dan kelompok profesional yang didominasi loyalis Beijing.Hanya kandidat yang diseleksi sebagai "patriot" oleh otoritas yang diizinkan mencalonkan diri.AFP/PETER PARKS Seorang relawan memilah pakaian sumbangan setelah kebakaran besar apartemen Hong Kong di Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, 27 November 2025. Sedikitnya 128 orang tewas dalam insiden itu.Kebakaran apartemen Hong Kong pada 26 November 2025 di Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, menjadi sorotan utama masyarakat.Api membakar tujuh menara hunian dan baru bisa dipadamkan dalam waktu hampir dua hari.Otoritas menyebut bahan bangunan di bawah standar yang digunakan dalam renovasi menjadi penyebab utama kebakaran.Warga lalu menuntut pertanggungjawaban pemerintah serta reformasi sektor konstruksi.Pemimpin Hong Kong, John Lee, menyatakan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan legislatif untuk mendorong reformasi kelembagaan pascainsiden tersebut.
(prf/ega)
Warga Hong Kong Ramai-ramai Boikot Pemilu, Marah atas Kebakaran Apartemen
2026-01-12 16:50:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:59
| 2026-01-12 16:43
| 2026-01-12 16:38
| 2026-01-12 16:02
| 2026-01-12 14:33










































