Pro Kontra Warga Renovasi Gedung Sate Rp 3,9 Miliar: Setuju demi Identitas, Resah karena Prioritas

2026-01-17 05:53:51
Pro Kontra Warga Renovasi Gedung Sate Rp 3,9 Miliar: Setuju demi Identitas, Resah karena Prioritas
BANDUNG, - Keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menata ulang kawasan Gedung Sate, termasuk merenovasi pilar atau gapura bercorak Candi Bentar di sejumlah pintu masuk, memunculkan beragam respons pro dan kontra dari warga.Sebagian warga yang mendukung menilai penataan ini dapat memperkuat identitas gedung bersejarah di Kota Bandung tersebut dan sekaligus memperbaiki wajah kantor Gubernur Jawa Barat yang sudah lama tidak tersentuh perbaikan.Salah satunya disampaikan Andi Hermawan (21), warga Kecamatan Coblong, Kota Bandung, yang berpendapat bahwa ornamen bernuansa khas Nusantara tersebut dapat menambah nilai estetika."Saya setuju-setuju saja selama itu tidak merusak Gedung Sate, apalagi itu kan bangunan bersejarah ya, sebagai ikon Kota Bandung," ujarnya saat ditemui di kawasan Cibeunying Utara, Kota Bandung, Jumat .Baca juga: Pilar Gedung Sate Dirombak, Tampilan Candi Bentar, Telan Rp 3,9 MiliarMenurutnya, perawatan rutin gedung bersejarah merupakan hal yang perlu dilakukan, mengingat usia bangunan tersebut sudah berumur lebih dari satu abad."Kalau untuk perawatan harus. Kan sayang juga kalau bangunan bersejarah dibiarkan nanti rusak, apalagi ini jadi simbol kalau ke Bandung," kata Andi.Senada dengan Andi, Ijal (19), warga Kecamatan Kiaracondong, menilai selama pengerjaannya tidak mengganggu ruang publik dan tetap selaras dengan karakter Gedung Sate, mempercantik hal yang wajar dilakukan."Ya itu misalkan kalau malah makin bagus ya enggak apa-apa. Tapi, tetap harus sesuai dengan Gedung Sate, asal jangan sampai beda, kan nanti gimana gitu," ucapnya.Sementara itu, Irfan Fitra (23), warga Sumur Bandung, menilai perbaikan pilar atau gapura Gedung Sate belum tepat bila dilakukan sekarang di tengah isu efisiensi, apalagi sampai menghabiskan anggaran hingga Rp 3,9 miliar."Kata saya, mending uangnya dipakai yang lain dulu, misalkan masalah sampah, terus banjir, belum beres di Bandung," tuturnya.Hal serupa juga diutarakan oleh Kevin (34), warga Cimahi Utara.Pemprov Jabar seharusnya memprioritaskan kebutuhan publik yang lebih mendesak, seperti perbaikan layanan dasar atau bantuan sosial."Uangnya cukup besar, tetapi kalau dibagi misal untuk bansos atau bikin layanan kesehatan gratis, lumayan juga," katanya.Baca juga: Telan Rp 3,9 Miliar, Ketika Gedung Sate Direnovasi Bergaya Candi di Tengah Efisiensi...Kompas.com/Faqih Rohman Syafei Kondisi pilar area luar Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat yang direnovasi dengan corak Candi Bentar, Kamis .Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Jabar, Adi Komar, memastikan renovasi pilar Gedung Sate tidak mengganggu alokasi layanan publik karena sudah direncanakan dalam APBD Perubahan."Ya, ini memang sudah direncanakan di APBD perubahan dan dipastikan tidak mengganggu layanan publik ya," ujar Adi saat ditemui di Gedung Sate, Kamis .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-17 04:07