Harga Pangan di Balikpapan Mahal, Sekda Anggap MBG Rp 12.000 per Porsi Tak Realistis

2026-01-13 07:10:55
Harga Pangan di Balikpapan Mahal, Sekda Anggap MBG Rp 12.000 per Porsi Tak Realistis
BALIKPAPAN, — Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menilai harga satuan program Makanan Bergizi (MBG) sebesar Rp 12.000 per porsi tidak realistis untuk kondisi daerah.Tingginya biaya logistik dan ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah menjadi penyebab utama.Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, mengatakan, rantai pasok pangan di Balikpapan masih sangat bergantung pada wilayah lain.Banyak bahan makanan seperti telur, daging, dan sayuran yang harus didatangkan dari luar kota, sehingga memengaruhi biaya produksi dan harga bahan baku.“Rantai pasok bahan pangan di Balikpapan ini memang cukup mahal. Banyak komoditas kita datangkan dari luar daerah, mulai dari telur, sayur, daging, sampai ayam. Kondisi ini tentu berdampak pada harga dan bisa menimbulkan gejolak di pasaran,” ujar Muhaimin dalam forum diskusi evaluasi program MBG di Balai Kota Balikpapan, Selasa .Baca juga: Harga Pangan di DIY Melonjak karena MBG, Sri Sultan: Otomatis BerpengaruhMenurut Muhaimin, biaya tinggi tersebut juga berpengaruh terhadap pelaksanaan program MBG.Penyedia makanan harus tetap memenuhi standar gizi dengan harga terjangkau, sementara biaya operasional terus meningkat.“Kalau kebutuhan pangan meningkat tapi pasokan terbatas, otomatis harga ikut naik. Ini yang kami khawatirkan. Apalagi harga satuan MBG yang ditetapkan Rp 12.000 per porsi bisa jadi tidak realistis untuk daerah seperti Balikpapan,” jelasnya.Ia menuturkan, keterbatasan bahan baku juga kerap membuat penyedia kesulitan menjaga kualitas makanan.Baca juga: Warga Pekanbaru soal MBG Rp 10.000 Dapat Ayam dan Telur: Cuma Dapat Mi RebusDalam beberapa kasus, makanan bahkan bisa menurun mutunya akibat proses pengantaran yang terlalu lama.“Masalah di lapangan ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak yang mengira makanan cukup dimasak lalu diantar ke sekolah, padahal dalam praktiknya tidak sesederhana itu. Di beberapa daerah lain, makanan justru menjadi basi karena proses pengantaran yang terlalu lama,” kata Muhaimin.Muhaimin mengungkapkan, Satuan Tugas (Satgas) MBG Balikpapan telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar harga satuan MBG disesuaikan dengan karakteristik wilayah.“Kami sudah sampaikan kepada pemerintah pusat agar harga MBG disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Kalau di Pulau Jawa mungkin cukup Rp 10.000–Rp 12.000, tapi di Balikpapan dengan kondisi logistik seperti ini tentu berbeda,” ujarnya.Baca juga: Aceh Timur Warning Pengelola MBG, 1 Bulan ke Depan Wajib Kantongi Sertifikat Laik HigineIa berharap, pemerintah pusat dapat mempertimbangkan usulan tersebut agar pelaksanaan program MBG berjalan merata dan berkelanjutan.“Program MBG ini memang masih banyak kekurangannya, tapi harus terus didorong. Dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, pemenuhan gizi anak-anak sekolah di Balikpapan bisa tercapai lebih optimal,” tutup Muhaimin.


(prf/ega)