Duduk Perkara di Balik Desakan Penutupan TPA Cipeucang

2026-01-12 13:53:10
Duduk Perkara di Balik Desakan Penutupan TPA Cipeucang
TANGERANG SELATAN, - Tuntutan warga Kampung Curug Serpong agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ditutup menyisakan persoalan panjang yang hingga kini belum menemukan jalan keluar.Pasalnya, tekanan warga sudah memuncak setelah gunungan sampah yang terus bergeser hingga mendekati permukiman.Kondisi ini yang diduga menjadi penyebab banjir dan gangguan kesehatan.Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menilai penutupan total tidak bisa dilakukan secara instan. Alasannya, karena menyangkut koordinasi lintas instansi serta kesiapan anggaran.Aksi damai di Kantor UPT Cipeucang, Senin menjadi titik akumulasi kekecewaan warga.Mereka berbondong-bondong datang membawa spanduk putih dan menuntut TPA Cipeucang untuk ditutup.Permintaan itu mereka tulis besar lewat spanduk yang bertuliskan “Tutup TPA Cipeucang!”.Tidak hanya itu, ada juga selembar kertas yang berisi enam tuntutan utama yang sudah berkali-kali disuarakan namun tak kunjung direspons./INTAN AFRIDA RAFNI Kondisi gunungan sampah yang semakin tinggi di TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, Senin .Enam tuntutan yang dimaksud meliputi penutupan TPA Cipeucang per 8 Desember 2025, normalisasi aliran kali seperti kondisi awal, perapihan sampah di sekitar rumah warga, keberadaan alat berat yang siaga untuk mengerjakan perapihan saluran air dan lingkungan, penanganan lindi dan bau sampah, serta kejelasan terkait dampak kesehatan dan kompensasi bagi warga terdampak.“Sering diabaikan kita. Gunungan sampah sudah mendekati rumah terus air lindi sudah jatuh ke tanah kita semua,” ujar Agus (50), warga yang rumahnya berada paling dekat dari gunungan sampah, saat ditemui, Senin.Baca juga: Warga Tangsel Demo di Kantor UPT, Desak TPA Cipeucang DitutupMenurut Agus, warga telah berulang kali melapor ke UPT Cipeucang, namun keluhan mereka dianggap angin lalu.Situasi kian memburuk ketika banjir merendam dua RT yang berdekatan dengan TPA belum lama ini, diduga akibat saluran air tertutup timbunan sampah.Akibat dari peristiwa itu, sebanyak 12 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut.“Kalau ada pengerukan lebih parah. Saya sering banget sesak di dada,” ucap Agus menggambarkan kondisi udara yang mereka hirup setiap hari.Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Hadi Widodo, mengakui tuntutan warga, namun menyebut penutupan TPA Cipeucang tidak bisa diputuskan dalam waktu singkat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-12 13:22