Andre Rosiade: Jalan Lembah Anai Ditargetkan Bisa Dilalui Motor Sore Ini

2026-02-03 04:24:15
Andre Rosiade: Jalan Lembah Anai Ditargetkan Bisa Dilalui Motor Sore Ini
Penanganan darurat pascagalodo atau banjir bandang di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar terus dilakukan. Jalan nasional yang terputus dan menjadi akses vital Padang-Bukittinggi ditargetkan bisa dilalui kendaraan sepeda motor sore ini.Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang meninjau langsung lokasi bersama pejabat daerah dan instansi terkait, menyebut bahwa pembukaan jalur motor dilakukan setelah asesmen keselamatan dinyatakan aman. Saat ini jalur itu tetap bisa dilewati pejalan kaki dari jalan darurat bekas rel kereta api."Meskipun bisa dibuka sore ini, akses bagi pengendara motor diberlakukan dengan pembatasan waktu yang ketat. Jalur hanya dibuka tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore," kata Andre Rosiade yang langsung turun meninjau lapangan, Minggu (7/12/2025) pagi.Adapun Andre Rosiade datang bersama Wakapolda Sumbar Brigjen Solihin, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Reza dan Kapolres Padangpanjang AKBP Kartyana Widyarso.Dia menjelaskan, pembukaan akses akan diberlakukan secara terbatas, yaitu hanya tiga kali sehari. Yaitu Pukul 06.00-08.00 WIB, Pukul 12.00-13.00 WIB dan Pukul 16.30-18.30 WIB. "Ini juga masih situasional. Kalau cuaca tidak memungkinkan atau hujan, langsung ditutup," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR ini.Andre Rosiade juga menyampaikan bahwa target pembukaan jalur untuk kendaraan roda empat ditetapkan pada 13 Desember 2025 apabila kondisi cuaca mendukung. Batas waktu paling lambat pembukaan jalan untuk mobil adalah 16 Desember 2025, dengan ketentuan hanya kendaraan ringan dan sedang yang diperbolehkan melintas pada tahap awal.Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menegaskan bahwa asesmen keselamatan menjadi faktor utama. Jika hujan turun, pembukaan jalur langsung dihentikan. Pengamanan dan pengaturan arus kendaraan akan dilakukan oleh Polresta Padangpanjang, sementara aspek teknis keselamatan jalur ditangani Kepala BPJN Sumbar."Kalau asesmennya lolos, kita buka sore. Tapi syaratnya ini, Pak. Hanya dibuka jam 6 pagi sampai jam 8 pagi, lalu jam 12 siang sampai jam 1, lalu 5.30 sore sampai 7.30 malam. Tiga kali buka. Kalau hujan, harus berhenti," jelas Brigjen Solihin.Katanya, pengamanan dan pengawalan akan dilakukan oleh pihak Polresta Padangpanjang. Pihak Polda Sumbar menyatakan kesiapan penuh untuk berkoordinasi dan mengerahkan anggota selama 24 jam.Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, yang di lokasi pengecekan diidentifikasi sebagai pihak yang secara teknis bertanggung jawab atas keselamatan jalan, berkoordinasi langsung dengan pihak Kepolisian untuk memastikan kelancaran pengerjaan dan pembukaan jalur.Dirut HK Koentjoro mengatakan, kerusakan parah ini paling cepat bisa dituntaskan pada Juli 2026. Jadi untuk Lebaran 2026 baru akan bisa dilewati oleh mobil-mobil kecil."Ini akan makan waktu sampai delapan bulanan. Harus dikerjakan hati-hati. Saat ini sudah ada 13 alat berat bekerja untuk mempercepat," kata Koentjoro.Lihat Video 'Korban Bencana Sumatera: 916 Meninggal, 274 Hilang':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 03:39