[POPULER TREN] Iuran BPJS Kesehatan Sebenarnya untuk Siapa? | Gajah Ikut Kerja Pascabanjir Apakah Etis?

2026-01-12 15:01:44
[POPULER TREN] Iuran BPJS Kesehatan Sebenarnya untuk Siapa? | Gajah Ikut Kerja Pascabanjir Apakah Etis?
- Artikel mengenai informasi ikut iuran BPJS Kesehatan namun belum pernah digunakan, memuncaki daftar Populer Tren kali ini.Di bawahnya, ada tulisan tentang gajah ikut membantu membersihkan puing-puing kayu gelondongan pascabanjir Sumatera apakah etis atau tidak?Selanjutnya, artikel di kanal Tren Kompas.com yang paling banyak dibaca yakni memuat siapa yang bertanggung jawab atas bencana banjir Sumatera.Baca juga: WNI Diminta Siaga Usai Gempa Jepang, KBRI: Siapkan Jalur Evakuasi dan Tas DaruratUntuk lebih lengkapnya, berikut rangkuman daftar Populer Tren edisi Selasa hingga Rabu pagi yang dapat Anda simak:Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan jaminan sejumlah layanan kesehatan kepada masyarakat.Jaminan layanan kesehatan ini berlaku bagi masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) aktif, ditandai melakukan iuran rutin setiap bulan.Meski rutin melakukan iuran, beberapa peserta JKN mungkin belum pernah memakai layanan BPJS Kesehatan tersebut.Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di sini.Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak hanya merusak permukiman warga tetapi juga menyisakan tumpukan material kayu yang menghalangi akses.Untuk menjangkau area yang tak bisa dilalui alat berat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan empat gajah terlatih sebagai bagian dari operasi darurat banjir Sumatera.Empat gajah Abu, Mido, Ajis, dan Noni dibawa bersama para mahout untuk membersihkan puing di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua.Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di sini.Baca juga: Laptop, Ponsel, Lampu, dan Kipas Angin Jadi Alat Elektronik Anak Kos, Berapa Kebutuhan Listriknya?Kerusakan lingkungan kembali menjadi sorotan setelah rangkaian banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.Bencana itu pun memunculkan pertanyaan soal siapa yang paling bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.Terkait hal ini, pakar lingkungan dari Universitas Indonesia (UI), Mahawan Karuniasa, menilai kerusakan lingkungan yang dikaitkan dengan rangkaian bencana hidrometeorologi di Sumatera tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah di periode ini.


(prf/ega)