Skenario Timnas U22 Indonesia Lolos ke Semifinal SEA Games 2025

2026-01-15 16:25:39
Skenario Timnas U22 Indonesia Lolos ke Semifinal SEA Games 2025
- Peluang Timnas U22 Indonesia untuk lolos ke semifinal SEA Games 2025 kini bergantung pada sejumlah skenario.Timnas U22 Indonesia harus menelan kekalahan 0-1 dari Filipina di Stadion 700th Anniversary of Chiang Mai, Thailand, Senin malam WIB.Situasi menjadi semakin sulit karena Timnas U22 Indonesia berpotensi tersingkir lebih cepat, bahkan sebelum melakoni laga pamungkas melawan Myanmar.Secara matematis, peluang Garuda Muda, julukan Timnas U22 Indonesia, untuk lolos masih terbuka.Namun, nasib Timnas U22 Indonesia kini bergantung pada pertandingan grup lain, terutama duel penting antara Vietnam dan Malaysia yang dimainkan pada Kamis .Baca juga: Timnas U22 Indonesia Dibekuk Filipina, Indra Sjafri Masih Punya Tanggung Jawab Apabila Vietnam dan Malaysia bermain imbang, Indonesia akan tersingkir otomatis.Vietnam akan mengumpulkan empat poin dan menempati posisi runner-up terbaik, perolehan yang mustahil disalip Indonesia karena hanya menyisakan satu laga.Kondisi ini membuat asa Garuda Muda untuk mempertahankan medali emas SEA Games 2025 berada di titik kritis.Satu-satunya skenario ideal bagi Indonesia adalah kemenangan Malaysia atas Vietnam.Jika Malaysia menang dengan selisih satu gol, Vietnam akan menutup fase grup dengan selisih gol nol sehingga runner-up terbaik masih mungkin direbut.Dalam skenario tersebut, Indonesia wajib menang setidaknya dua gol atas Myanmar demi menjaga peluang lolos ke semifinal.Di sisi lain, peta persaingan Grup C berubah drastis setelah Filipina memastikan diri menjadi juara grup berkat dua kemenangan.Baca juga: Pengamat Nilai Permainan Timnas U22 Indonesia Monoton, Mudah Dibaca FilipinaSituasi ini membuat Indonesia dan Myanmar harus bersaing ketat memperebutkan peluang terakhir menuju semifinal SEA Games 2025.PSSI Penyerang sayap Timnas U22 Indonesia, Rahmat Arjuna, menggiring bola saat Garuda Muda bersua Timnas U22 Filipina pada laga perdana di Grup C cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2025 Thailand, Senin .Format SEA Games 2025 hanya memberikan jatah semifinal kepada tiga juara grup dan satu runner-up terbaik.Vietnam dan Malaysia sama-sama mengemas tiga poin dan akan lolos bersamaan jika laga mereka berakhir imbang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 16:34