Pemkab Kapuas Gelar Konsultasi Publik Strategi Jangka Benah, Bahas Kebun Kelapa Sawit

2026-01-16 11:50:52
Pemkab Kapuas Gelar Konsultasi Publik Strategi Jangka Benah, Bahas Kebun Kelapa Sawit
Jakarta - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kapuas melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), menyelenggarakan konsultasi publik Strategi Jangka Benah (SJB) Sawit di Kuala Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).Acara tersebut membahas tentang bagaimana tujuan upaya pemulihan ekosistem hutan yang terdampak karena ekpansi kebun sawit monokultur di wilayah tersebut.Hal ini menjadikan konsultasi sebagai langkah konkret dalam mencari solusi komprehensif atau permasalahan lingkungan dan tenurial.Advertisementkegiatan yang berlangsung pada Rabu 10 Desember 2025, dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan, termasuk oleh kepala organisasi perangkat daerah, mitra pembangunan, serta perwakilan masyrakat petani."Jangka benah adalah periode yang diperlukan tujuannya untuk mencapai struktur hutan dan fungsi ekosistem yang diinginkan sesuai dengan target pengelolaan," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kapuas, Kusmiati dilansir dari Merdeka.com."Hal ini menjadi salah satu dari tiga pilar utama dalam penyelesaian persoalan tenurial kebun sawit di kawasan hutan," sambung dia.Kusmiati menyampaikan, SJB Sawit ini dirancang untuk pendekatan sosio, teknis, kebijakan dalam memperbaiki kondisi hutan yang sudah rusak secara bertahan dan komprehensif."Inisiatif ini juga tidak berfokus pada aspek lingkungan saja, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal, khususunya pada para petani kelapa sawit skala kecil," terang dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 09:52